Pemkab Mulai Asuransikan Petani dan Peternak Di Bantaeng

Bantaeng, JAPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Bantaeng mulai melakukan kerja sama dengan PT Asuransi Jasindo untuk membackup asuransi pertanian dan peternakan di Bantaeng. Kerja sama itu tertuang dalam Memori of Understanding (MoU) yang diteken di ruang pola kantor Bupati Bantaeng, Rabu (20/6).  

Dalam MoU itu, tertuang jika Jasindo Makassar akan ikut membackup asuransi pertanian dan peternakan yang ada di Bantaeng. 

Kepala PT Asuransi Jasindo Makassar, Josi Lesmana mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 3.000 hektare lahan pertanian di Bantaeng mendapat asuransi. Sementara untuk peternakan, ditargetkan sebanyak 10 ribu ekor ternak juga bisa mendapatkan asuransi.  

Dirinya mengaku, proses klaim asuransi untuk petani dan peternak di Bantaeng akan dipermudah. Jika petani dan peternak di Bantaeng mengalami kerugian, proses klaim bisa dilakukan melalui pesan singkat. “Bisa segera melapor melalui kantor cabang kami, cukup melalui pesan singkat. Setelah itu, bisa melengkapi dokumen untuk mendapatkan klaimnya,” jelas yang ditemui usai penandatanganan kerja sama itu.  

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Rahmania mengatakan, kerja sama ini untuk menjamin petani dan peternak yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Dia menyebut, dengan adanya kerja sama itu, maka petani dan peternak yang ada di Bantaeng tidak perlu lagi membayar sisa premi asuransi. “Kalau asuransi dari pemerintah pusat itu yang dibayarkan hanya 80 persen. Melalui kerja sama ini, Pemkab Bantaeng akan membayarkan sisa premi sebesar 20%. Jadi, tidak ada lagi petani Bantaeng yang mesti membayar premi,” jelasnya.  

Rahmania mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga akan membantu PT Asuransi Jasindo untuk mengumpulkan data sesuai nama dan alamat petani yang mendapatkan asuransi. “Ini untuk menjamin petani dan peternakan Bantaeng tidak mengalami kerugian,” jelasnya.  

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengatakan, asuransi pertanian dan peternakan ini adalah salah satu program andalan Pemkab Bantaeng. Dia mengaku, hal ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan petani dan peternakan Bantaeng. “Kita sengaja memberikan asuransi ini, karena kami sadar Bantaeng sangat bertumpu pada sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 80% penduduk Bantaeng berprofesi sebagai petani dan peternak,” katanya.  

Dirinya menambahkan, asuransi pertanian dan peternakan ini sangat penting untuk warga Bantaeng. Dia menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petani dan peternak sangat rentan terhadap kegagalan. Oleh karena itu, dia juga mengajak kepada pimpinan wilayah kecamatan dan desa serta lurah untuk membantu dan terlibat dalam proses penyaluran asuransi pertanian dan peternakan ini.(Mudahri)

 266 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *