Disaat Harga Sawit Merosot,  Pupuk Subsidi pun Langka Di Labuhanbatu

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Lengkap sudah penderitaan Masyarakat Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, yang hanya berpenghasilan dari Kebun Kelapa Sawit untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari dan membiayai anak sekolah.

Pada saat harga Tandan Buah Segar (TBS)  Kelapa Sawit anjlok turun mencapai Rp. 930 per kilogram di Ramp dan Rp. 810 per kilogram di lapangan atau pemulung pada Senin (17/6/2019) yang mengakibatkan penghasilan masyarakat Labuhanbatu menurun dan berdampak daya beli masyarakat juga menurun.

Salah seorang warga Kelurahan Sidirejo Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara Serasi (49) menyampaikan kepada awak media ini kalau keluarganya hanya berpenghasilan dari Kebun Kelapa Sawit seluas 4 Ha untuk meberikan nafkah kepada istri dan ketiga orang anaknya dan juga  kebutuhan uang sekolah, Serasi mengaku kebutuhan setiap bulannya tidak dapat terpenuhi sehingga  harus menambah hutang kepada tokeh buah (pengumpul TBS Kelapa Sawit).

“sudah gawat kalau begini terus harga sawit ini pak,  setiap bulan bertambah hutang karena kebutuhan rumah dan anak sekolah” terang Serasi.

Serasi juga menyampaikan kalau dirinya kecewa dengan pemerintah karena dianggap tidak tanggap dengan keadaan yang dialami masyarakat petani sawit pada saat ini, dimana disaat – saat susah seperti ini pupuk subsidi pun langka dipasaran,  keluh Serasi.

“untuk saat ini kami petani sawit tidak sanggup lagi memupuk karena pupuk non subsidi harganya sangat mahal untuk jenis NPK rata – rata Rp. 280.000 per zak sedangkan pupuk subsidi pemerintah seperti poska yang biasa kami beli Rp. 160.000 per zak langka, tidak ada di agen dan Kelompok tani,  tanya saja sama agen yang ada di Sigambal pak semua agen kosong” jelas Serasi.

Beberpa agen pupuk subsidi pemerintah yang ada di Sigambal untuk menyalurkan ke petani yang ada di Kecamatan Rantau Selatan ketika dicek digudang mereka hanya ada pupuk subsidi jenis urea.

Para agen menyampaikan bahwa sudah lama pupuk subsidi poska tidak masuk kalau pun masuk hanya sedikit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat petani palawija dan sawit.

Masyatakat Labuhanbatu berharap agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu khusunya Dinas Pertanian dapat proaktif untuk memperhatikan kebutuhan masyarakatnya dan juga aparat Kepolisian diharapkan dapat mengecek kesetiap agen penyalur pupuk subsidi untuk mencegah penyalah gunaan pupuk subsidi oleh orang – orang yang hanya mengambil keuntungan sendiri.(At)

 366 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *