CV Dua Enam Delapan Diduga Edarkan Kulit Impor Produk Hewani Non Pangan

Sidoarjo, JAPOS.CO –  Gudang CV Dua Enam Delapan (268) yang berdomisili di Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo ini, diduga melakukan peredaran perdagangan penjualan kulit impor dengan rekomendasi keperuntukan produk industri non pangan.

Para pelanggan pengerajin pangan bahan kulit impor ini dari berbagai kota dan Kabupaten, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Mojosari/Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Jember, Madium, bahkan Kota/Kabupaten diwilayah Jawa Barat.

Pengerajin pangan kulit rambak kering dan basah (krecek/cecek) ini mengaku sudah menjadi pelanggan tetap CV Dua Enam Delapan, dalam hal ini diduga pelaku bisnis perdagangan impor hewani melanggar beberapa peraturan yang mengatur tentang impor.

Adanya peraturan tersebut guna mencegah menularnya penyakit pada hewan ternak dan juga menular pada manusia yang mengkonsumsi  produk –  produk yang bahan bakunya dari hasil impor hewani non pangan  seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), Zoonosis, kesmavet.

Hingga berita ini diturunkan Mulyono, Kepala gudang CV Dua Enam Delapan, tidak bisa dikonfirmasi.

Sementara menurut GN salah satu pelanggan tetap dari gudang  CV Dua Enam Delapan dari Kabupaten Nganjuk mengatakan, “Ya, memang digudang Desa Popoh itu bau tidak sedap, tetapi kalau sudah biasa masuk akan hilang sendiri baunya,’ singkatnya kepada Japos.co, Kamis (13/6). (Zein)

 

 

 720 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *