Kuasa Hukum Jokowi – Ma’aruf Amin Menilai Perbaikan Permohonan Pemohon Menyalahi Aturan

Jakarta, JAPOS.CO  – Tim Kuasa Hukum Joko Widodo (Jokowi) – Ma’aruf – Amim menilai perbaikan permohonan sengketa pilpres yang di perbaiki tim kuasa hukum Prabowo – Sandiaga Uno menyalahi atauran.

Menurut Tim Kuasa hukum Jokowi – Ma’aruf Amin akan menolak memberikan jawaban, jika hakim memutuskan menerima berkas permohonan yang telah diperbaiki tersebut.

“Kami akan menolak itu. karena berdasarkan peraturan-peraturan yang dibuat MK sendiri. terhadap permohonan sengketa pilpres itu tidak boleh ada perubahan. Kecuali perubahan-perubahan typo atau yang tidak substansial,” kata ketua tim hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (14/6) seperti yang dilansir detik.com.

Yusril menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan jawaban untuk gugatan yang diregister pada tanggal 24 Mei 2019. Namun dia merasa heran kenapa tim Prabowo membacakan berkas yang lain.

“Ya, sudah kami siapkan tanggapan jawaban atas pemohon tanggal 24 Mei, tapi tadi kan pak ketua mengatakan silakan membacakan pokok-pokok permohonan bertolak dari permohonan 24 Mei. Kata-kata ‘bertolak dari’ itu agak rancu bagi kami. Karena ketika dibacakan justru adalah permohonan yang baru sama sekali. Nah ini mana yang harus kami jawab?” ucapnya.

Menurut Yusril, perbaikan permohonan itu sangat berbeda dengan pemohon awal yang diajukan kubu Prabowo.

“Ini saja jumlah halaman yang pertama cuma 33 halaman, yang sekarang ini 130 lebih. Berarti naik 4 kali lipat. Kemudian petitumnya itu yang awal cuma 5, sekarang jadi 15. Ini menurut kami bukan perbaikan, tapi sudah permohonan baru,” pungkasnya. (d2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!