Wiranto : Pembatasan Medsos Akan Dilakukan Jika Penggunaanya Mengganggu Keamanan Nasional

Jakarta, JAPOS.CO – Pembatasan media social selama proses persidangan gugatan pilpres dipastikan tidak ada. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto di gedung Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Selatan, Kamis (13/6).

“Saya sudah berjanji kalau keadaannya cukup aman, tidak ada kegiatan medsos yang ekstrim ya tidak akan diapa-apain, ngapain cari kerjaan seperti itu dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat. Nggak mungkin,” ujarnya seperti yang dilansir detik.com

Menurut Wiranto, pembatasan medsos baru akan dilakukan jika penggunaannya benar-benar mengganggu keamanan nasional, seperti saat demo 22 Mei perkembangan hoaks saat itu sangat menganggu kekacauan publik. 

“Pembatasan media sosial itu kemarin dilakukan karena lalu lintas di medsos sudah dianggap terlalu membahayakan keamanan nasional karena lalu lintas jadi liar, membangun opini publik, dari opini itu terbangun kekacauan,” ucapnya

Hal tersebut lanjut Wiranto, “Tidak membantu keamanan tapi justru menambah beban keamanan dan untuk kepentingan negara dan kepentingan nasional kita membatasi melemotkan beberapa program di media sosial, dan itu sudah selesai dan sudah kita cabut kembali. Itu keadaan yang betul-betul membutuhkan dan kita sudah minta maaf kepada pengguna medsos yang dirugikan kita minta maaf,” imbuhnya. 

Wiranto juga berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi dengan tidak menyebarkan setiap informasi bersifat hoaks.

“Saya harap masyarakat mengedepankan kepentingan negara demi keamanan nasional dibandingkan kepentingan individu,” terangnya.

“Maka kalau tidak ingin dilemotkan, kalau tidak ingin diganggu lagi medsos itu ya kita mengharapkan masyarakat berpartisipasi, jangan membiarkan hoaks-hoaks yang negatif, merusak, bohong, mengadudomba, itu dibiarkan berkeliaran di negara Indonesia, kan begitu,” tutupnya.(d2)

 184 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *