60 Ponton Beroperasi di Kolong Marbuk-Pungguk, Aparat Penegak Hukum ‘Dikangkangi’ Penambang

Bangka Tengah, JAPOS.CO – Aktivitas penambangan timah ilegal yang beroperasi di Kolong Marbuk-Pungguk Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kian menjadi-jadi.  

Meski kerap kali dirazia polisi dan diwarning keras agar jangan melakukan aktivitas penambangan ilegal.  Para penambang kian berani melakukan aktivitasnya, bahkan siang dan malam. Ini sama saja para penambang sudah ‘mengkangkangi’ aparat kepolisian. 

Pantauan awak media pada Kamis (30/5) para penambang masih saja tetap nekat dengan mengoperasikan sedikitnya 30 ponton di siang hari. 

“TI disini (kolong marbuk)  ngasil,  sehari pacak 3 ton hasilnya.  Mereka berkerja siang dan malam.  Kalau siang sekitar 30 ponton,  malam lebih kurang 30 an ponton.  Kami juga bingung kenapa penambang tetap berani menambang meski sudah sering dirazia polisi gabungan baik polres Bateng maupun polsek Koba,” ujar Toni,  salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi penambangan. 

Diungkapkan Toni,  penambangan tersebut masih berlangsung diduga sudah ada kordinasi dengan oknum aparat. 

“Kalau tidak ada kordinasi mana berani mereka menambang siang dan malam.  Setahu saya pengurus tambang bernama Iswadi dan Edo.  Sedangkan timahnya dijual dengan Buyung, ” katanya. 

Lebih jauh Toni berharapa agar penegak hukum rutin melakukan razia agar pulau Bangka ini bebas dari penambangan ilegal.  “Saya hanya masyarakat biasa hanya bisa berharap agar bapak kapolres,  kapolda berani turun ke lokasi dan bertidak tegas menghentikan tambang ilegal di tempat kami.  Kami takut jika kolong bekas eks Kobatin itu terus menerus ditambang akan jebol dan mengakibatkan banjir dimana-mana, ” harapnya. 

Sementara itu,  Kapolres Bangka Tengah,  AKBP Edison LB Sitanggang melalui Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan saat dikonfirmasikan melalui pesan whatsapp tadi malam belum menjawab. 

Kapolda Babel,  Brigjen (Pol)  Istiono dikonfirmasikan segera menindaklanjuti laporan tersebut.  “Terima kasih ditindak lanjuti, ” kata kapolda melalui pesan whatsappnya, Jumat (31/5).

Dihubungi terpisah,  Iswandi yang disebut-sebut pengurus saat dikonfirmasikan mengaku kalau dirinya hanya berkerja.

“Penurus bukan aku tapi Buyung.  Aku nih cuma begawe.  Baru kemarin begawe pagi ini sudah razia gabungan dan disuruh bongkar semua,” katanya melalui sambungan telpon.(Oby)

 

 365 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *