Pembabatan Kayu Alam Di Kawasan Hutan Tele Memprihatinkan Curaman Danau Toba

Samosir, JAPOS.CO – Aktivitas penebangan kayu alam di kawasan hutan Tele sangat memprihatinkan kelangsungan keselamatan hutan, tanah dan air yang merupakan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. 

Akibat hal tersebut, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon sangat menyesalkan oknum yang melakukan penebangan secara membabi buta tanpa ada koordinasi dengan pihak Dinas LHK Kabupaten Samosir, walaupun sudah mengantongi izin. 

“Setelah turun langsung dan melihat kondisi sebenarnya, saya prihatin melihat penebangan hutan yang dibabat menggunakan alat berat excavator dan gergaji mesin,” ujar Bupati kepada japos.co di ruang kerjanya.

Menurutnya, penebangan hutan di Tele telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang signifikan karena dilakukan tanpa dokumen izin lingkungan yang mengakibatkan bencana banjir di kemudian hari. “Karena hutan di Tele itu merupakan penyangga Danau Toba yang sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Dijelaskannya, karena penebangan hutan itu tanpa izin lingkungan, maka harus ditindak tegas tanpa pandang bulu, siapapun pelakunya, kita tidak perduli siapapun oknum di belakangnya, apalagi menyangkut masalah perusakan hutan. 

Demikian juga atas penyampaian dan penekanan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Samosir pada Paripurna LKPJ Bupati pada Selasa (28/5) kemarin, mengenai APL kehutanan yang disinyalir sudah memiliki sertifikat kepemilikan oleh para pejabat dan mantan pejabat Samosir yang pada hakekatnya adalah APL digunakan untuk diusahai bukan dikuasai/dimiliki dan diperuntukkan pada para petani yang tidak memiliki lahan pertanian.(Jbr)

 469 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *