Sekda Jambi Sebut Inflasi Menjadi Parameter Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Daerah

Jambi, JAPOS.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M.Dianto, membuka sekaligus memimpin High Level Meeting Semester I Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Jambi Tahun 2019 yang berlangsung di Swissbell Hotel Jambi, Senin (27/5). 

Rapat tersebut menjadi agenda rutin yang dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun membahas sinergitas antar TPID Jambi untuk menjaga kestabilan harga di bulan Ramadhan dan menghadapi hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau tahun 2019. “Bahas sinergi antar TPID dan evaluasi program kerja TPID semester 1 tahun 2019,” ungkap Sekda.  

Peserta rapat terdiri dari pimpinan lembaga vertikal didaerah, para kepala UPTD pemerintahan Jambi terkait pengendalian inflasi selanjutnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jambi, Bupati/Wali Kota, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota. “Menjadi wadah melakukan koordinasi dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh TPID Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilitas harga didaerah serta memperkuat kerjasama antar TPID,” jelas Sekda.  

Kegiatan pemantauan harga komoditi pangan, kebijakan Bupati/Wali Kota dalam pengendalian inflasi dukungan anggaran inovasi dan juga kegiatan pengendalian inflasi untuk sekitar jajaran pemerintahan daerah diseluruh wilayah Jambi. 

Sekda mengharapkan masukan untuk mengambil kebijakan pengendalian inflasi dimasa yang akan datang dan berharap kedepan terjalin koordinasi program kegiatan TPID Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota dalam rangka pengendalian inflasi. “Inflasi yang terkendali akan menjadi parameter keberhasilan pembangunan ekonomi daerah, oleh karena itu dibutuhkan komitmen kepala daerah agar laju inflasi berada pada ambang batas aman,” tegas Sekda.  

Sekda menerangkan perkembangan inflasi provinsi Jambi berdasarkan data Badan Pusat Statistik dimana perkembangan inflasi pada bulan april 2019 terpantau mengalami inflasi sebesar 0,6%. “Inflasi di kota Jambi terjadi pada empat kelompok pengeluaran barang dan jasa karena adanya kenaikan indeks dan inflasi di Muara Bungo terjadi pada lima kelompok pengeluaran barang dan jasa terhadap kenaikan indeks laju inflasi tahun kalender kota Jambi pada bulan ini sebesar 0,14% dan laju inflasi year on year sebesar 2,24% sedangkan laju inflasi tahun kalender kota Muaro Bungo sebesar 0,88% dan laju inflasi year on year sebesar 2,73%,” papar Sekda. 

Sekda menegaskan pengendalian inflasi ditahun 2019 Jambi telah merencanakan berbagai program kerja yang dimulai sejak awal tahun 2019 berbagai program atau kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain aspek kelembagaan pengendalian inflasi daerah Jambi tahun 2019 yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2017 selanjutnya menyusun rencana kerja TPID Provinsi Jambi 2019 dan menyusun roadmap TPID provinai Jambi tahun 2019-2021. 

Menurut Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan menerangkan beberapa komoditi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat menjadi penyebab terjadinya inflasi diantaranya beras, cabe merah, ayam ras, daging, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, minyak sayur. “Ini yang paling banyak dikonsumsi masyarakat,” ujar Kepala BPS Provinsi Jambi.  

Keberadaan bahan kebutuhan pokok menjadi penyebab inflasi seringkali melonjak saat lebaran atau puasa dimana beberapa penyebab panjangnya rantai bahan kebutuhan pokok hingga ketangan konsumen dan beberapa faktor lain yang mempengaruhi. (Rizal)

 334 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *