Fakta dan Alat Bukti Tidak Bisa Dibuktikan JPU, Hakim Diminta Bebaskan 3 Terdakwa

Jakarta, JAPOS.CO– Sidang lanjutan dengan terdakwa Aristharkus Randy Harrys alias Andi, Merry Andrian dan Vicky Armando atas kasus judi online di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senen (27/5) dengan agenda pembacaan Pledoi.

Tiga terdakwa yang dituduh melakuan judian online meminta majelis hakim membebaskan ketiga terdakwa dari segala tuntutan hukum. Dalam peraidangan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum ( JPU) menutuntut 4 tahun penjara, denda Rp. 1 milliar, dihadapan majelis hakim pimpinan Tugianto SH MH.

Jaksa Fedrik, mengatakan terdakwa terbukti bersalah melawan hukum dengan menyediakan, melakukan permainan judi online.
Namun tuntutan JPU tersebut dibantah oleh ketiga terdakwa dalam nota pembelaannya ( Pledoi ) yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Terdakwa mengaku bukan bekerja menyediakan judi online, namun dirinya dipanggil AA Alians Kevin belum kerangkap (tidak diketahui) keberadaannya yang berprofesi sebagai staf Marketing dan tidak memberitahukan bahwa tempat itu sebagai Judi online.

Menurut terdakwa Spartakkus dia bekerja sebagai jasa membantu orang membuka rekening di suatu bank, tidak pernah tau kalau itu judi online.

“Diancam di penyidikan dan akan menyeret isteri saya kalau tidak mengakui dan menandatangani Berita Acara Penyidikan (BAP),” ujarnya dihadapan majelis hakim.

Sedangkan menurut terdakwa Mery,  dia disuruh bekerja oleh terdakwa satu Aristrakus, sebagai sekretaris kantor yang mengurusi tiket perjalanan orang kantor, tapi tiba- tiba ditangkap Mabes Polri.

“Saya baru dua hari kerja, tidak tau apa-apa yang dinamakan judi online,” kata Mery.

Sementara menurut terdakwa Vicky, pihaknya sebagai supirnya terdakwa satu, “tidak mengerti kenapa saya di bawa kekantor polisi dan dituduh sebagai Perjudian Online.Saya tidak pernah bermain judi apalagi penyedia judi online dan saya dapat gaji sebagai supir sebesar 4 juta rupiah, namun tidak lama saya ditangkap Mabes Polri pada 10 Agustus 2018, sementara isteri saya sampai keguguran hanya karena memikirkan saya yang dipenjara, “kata Vicky.

Dalam nota pembelaan (Pledoi ) yang dibacarakan penasehat hukum, dari kantor hukum Manurung Tarigan Hasibuan diwakili Gideon Emmanuel Tarigan, S.H., Freddy Gema Virajati, S.H., Ade Irawan, S.H., dan Antonius Mon Safendy, S.H, menyebutkan, bahwa ketiga terdakwa tidak terbukti melawan hukum. Hal itu berdasarkan keterangan terdakwa dan saksi saksi yang tidak mengetahui dan tidak melihat para  terdakwa bermain judi atau penyedia tempat judi.

Menurut Penasehat Hukum seluruh analisa fakta dalam persidangan, JPU tidak bisa membuktikan dakwaannya terhadap terdakwa tentang perjudian Online.

Sementara dua orang saksi yang dimasukkan penyidik dalam BAP berinisial M tidak pernah dihadirkan dalam persidangan. Selain itu Fakta persidangan tidak ada keterangan antara  saksi yang bersesuaian diterangkan dalam persidangan. Apalagi para saksi tidak pernah melihat para terdakwa menyediakan atau bermain judi online, ” katanya.

Karena fakta dan alat bukti yang tidak bisa dibuktikan JPU, maka hakim yang menyidangkan dan memeriksa perkara aquo ini diminta supaya membebaskan ketiga terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa, ujar penasehat hukum(TIM)

 666 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *