DPRD Babel Sayangkan Lambannya Pemusnahan Obat Expired di RSUP Soekarno, Ini Kata Dedy Yulianto

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Adanya informasi sejumlah obat-obatan termasuk jarum suntik yang sudah expired (kedaluwarsa) di RSUP Soekaeno, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menuai sorotan tajam dari angggota DPRD Babel. 

Wakil Ketua DPRD Babel, Dedy Julianto menyayangkan pihak RSUP Soekarno lambat memusnahkan obat expired kendati sudah ada SK dari gubernur. Terlebih jumlah obat-obatan tersebut mencapai miliaran rupiah. 

“Ya mesti obat sudah kadarluarsa dihanguskan, jangan sampai dikasih ke pasien. Ini sangat berbahaya dan merugikan masyarakat. Sebagai fungsi pengawasan, kami minta Dirut RSUP segera memusnahkan obat yang sudah expired,” imbuh Dedy dalam pesan whatsapp kepada sejumlah wartawan, Senin (27/5). 

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan LHP BPK RI Tahun 2017, ada temuan senilai Rp 692.677.319 atas obat-obatan expired yang belum dimusnahkan di Rumah Sakit Umum Pusat Ir. Soekarno. 

Padahal pemusnahan obat-obatan expired itu sudah diputuskan dalam keputusan Gubernur Kep.Bangka Belitung No.188.44/827/RSUP/2017 Tgl 10 Agustus 2017 tentang penetapan daftar pemusnahan obat dan perbekalan kesehatan rumah sakit pada Rumah Sakit Umum Pusat Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Sesuai lampiran yang ditetapkan jumlah expired obat dan perbekalan kesehatan periode Januari 2016 – April 2017 senilai Rp 692.677.319,93, namun belum dimusnahkan. 

Terpisah, Dirut RSUP Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Armayani mengatakan obat yang expired date sejak 2015 s.d. 2017 berita acaranya pemusnahan sudah diputuskan oleh SK Gubernur. 

“Pemusnahan obat tersebut terkendala dengan izin incenerator yang belum dikeluarkan sehingga obat tersebut belum dimusnahkan. Saat ini kami direksi sudah menaikkan kembali surat pemusnahan obat gab 2015 – 2017 dan 2018 ke gubernur untuk persetujuan pemusnahan dan sekaligus anggaran pemusnahan ke pihak ke 3 ke Cibinong. Obat yang expired tidak digunakan. Anggaran obat tahun 2019 dialokasikan cukup oleh Pemprov,” tulis dr Armayani dalam pesan whatsapp, Minggu (26/5).(Oby)

 198 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *