PT Tri Bakti Sarimas Berhentikan Karyawan Secara Sepihak

Pekanbaru, JAPOS.CO – Perampasan hak-hak karyawan oleh perusahaan  masih saja terjadi di tempat bekerja demi keuntungan perusahaan dan tidak sedikit berakhir tanpa penyelesaian.

Seperti yang terjadi Arifin Roy, salah satu karyawan  yang diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan di mana ia bekerja yaitu di  PT, TRI BAKTI SARIMAS yang beralamat JL.Saleh Abas No. 50 B Pekanbaru.

Arifin menuturkan bahwa ia mulai bekerja di PT. TRI BAKTI SARIMAS sejak tanggal 11 Oktober 2018 sebagai seorang driver/supir dan terikat kontrak kerja selama 2 Tahun (11 Oktober 2018 s/d 10 Oktober 2020) dengan  upah Rp. 2.900.000/ bulan di perusahaan itu.

Menurutnya selama bekerja ia melakukan tanggung jawabnya dengan baik dan selalu disiplin. Namun kurang dari 6 bulan bekerja yaitu pada tanggal 30/03/2019, Arifin diberhentikan oleh pihak perusahaan secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas, tanpa surat peringatan apapun dan hanya diberikan gaji untuk bulan itu saja.

“Saya merasa tidakpuas dan sebagai pihak yang merasa dirugikan oleh pihak PT. TRI BAKTI SARIMAS, maka pada tanggal 18 April 2019 saya mengadukan hal ini  kepada Dinas Tenaga Kerja  Provinsi Riau. Oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau pada tanggal 29 April 2019 mengadakan mediasi dengan pimpinan perusahaan PT. TRI BAKTI SARIMAS di kantor dinas tenaga kerja tapi tidak mendapatkan solusi,” ungkapnya kepada Japos.co.

Sementara pihak PT. TRI BAKTI SARIMAS saat dikonfirmasi dengan Saut Sihombing yang menjabat sebagai Direktur Personalia dan Umum membenarkan telah memberhentikan Arifin.

“Ya, memang telah memberhentikan Arifin tanpa ada surat peringatan dan telah memberikan gaji Arifin untuk bulan itu,” jelasnya.

Menurut Saut semua mekanisme yang dilakukan perusahaan sudah sesuai surat perjanjian antara PT. TRI BAKTI SARIMAS dengan Arifin Roy sebagai karyawan.

Namun saat menyinggung pembayaran sisa kontrak 18 bulan lagi dari kontrak kerja 2 Tahun tersebut, Saut mengatakan perusahaan akan membayar kepada Arifin Roy jika pihak pengadilan memerintahkannya.

Mengenai hal itu padahal sudah diatur di dalam undang-undang Ketenagakerjaan pada pasal 62 yang menyebutkan, “Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja “ .

Saat ini Arifin masih dalam kebingungan sebab ia belum bekerja dan tidak punya penghasilan, ia merasa dirugikan dan akan memperjuangkan hak-haknya yang tidak diberikan oleh pihak perusahaan. Ia akan mengajukan gugatan ke pengadilan sebagai langkah hukum atas kesewenang-wenangan pihak perusahaan terhadap dirinya. ( Tim )

 

 1,037 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *