Kejaksaan Negeri Bukittinggi: Jika Tidak Kooperatif “DK” Mantan Ketua KNPI Bisa Di Jadikan DPO

Bukittinggi, JAPOS.CO – Kasus dana Hibah Organisasi KNPI priode 2012, menjerat  pengurus nya ke ranah hukum , pasal nya  diduga tidak bisa mempertanggung jawabkan kegunaan nya ke Pemerintah Kota Bukittinggi . Dana hibah yang diberikan Pemko pada priode 2012 pada saat itu DK selaku ketua dan Dewi Anggraini  selaku bendahara yang sudah menghuni hotel prodeo sejak satu bulan lalu .

KNPI Bukittinggi yag meneriman dana hibah senilai Rp 200 juta, namun pada saat laporan pertanggung jawaban dari penggurus tersebut tidak dapat dibuktikan secara admistrasi.

Kejaksaan Negeri Bukittinggi  melalui  Kasi Pidana Khusus, Reza Rahim mengatakan mantan Ketua KNPI ” DK” sudah ditetapkan sebagai tersangka .

“ Namun beberapa kali dipanggil dianya mangkir sehingga dilakukan penelusuran ke alamat nya  RT.01/RW.05 , Pakan Labuah tidak ditemukan ditempat tinggalnya. Bahkan penjelasan Lurah setempat “DK” tidak pernah meminta surat pindah, “ jelas Reza Rahim  kepada wartawan di di kantor nya Jln.Kejaksaan Belakang Baloj Bukittinggi .

Menurut Reza, “Kita akan melakukan pemanggilan kembali, apabila masih tidak koperatif  DK  bisa dijadikan Daftar Pencaharian Orang ( DPO),” tegas Reza .

Lanjutnya, kasus dana hibah KNPI senilai Rp 200 juta  yang masuk melalui rekening organisasi  pengunaannya harus melalui tanda tangan ketua dan bendahara  dan dana tersebut harus dipertanggung jawab ke Pemko dan bukan dana cuma-cuma.

“Setelah dilakukan penghitungan  keuangan dari penghitungan BPKP   ditemukan terjadi  ketidak wajaran , namun yang dapat diakui senilai beberapa saja dengan kegiatan Lintas Alam,” terang Reza.

Kata Reza, dari hasil penghitungan BPKP nilai kerugian negara yang tidak bisa dipertanggung jawabkan senilai Rp.180 juta  . Sementara  bendahara KNPI Dewi Anggraini sudah duluan ditahan oleh penegak hukum Kejaksaan Negeri Bukittinggi , Bendahara  yang sudah menghuni Lapas Biaro tersebut sudah memenuhi unsur pasal 2, 3 Undang- undang korupsi Tahun 2001. (Yet  ).

 

 

 552 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *