APBDes Jedong Cangkring 2018 dan 2019 Diduga Bocor

Sidoarjo, JAPOS.CO – Kepala Desa Jedong Cangkring, Soedikman Pribadi mengatakan bahwa APBDes 2018 dan 2019 mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembangunan desa dari beberapa kegiatan pembangunan seperti kegiatan pembangunan kios yang rencananya di kelola oleh BUMNDes.

“Untuk pembangunan Kios  ini pemdes Jedongcangkring harus melakukanya secara  bertahap yaitu pada Tahun anggaran 2018 senilai Rp 100.000.000 dan pada tahun anggaran 2019  dianggarkan Rp 401.000.000,” jelas Kades Jedong  Cangkring di lokasi pekerjaan.

Namun fakta dilapangan, Japos.co  menemukan bahwa luas kios adalah 225m2 memakai pondasi batu kali dengan ketinggian 60cm dan ketebalan 30cm dengan panjang untuk pondasi bagi adalah 44,44M1 atau bila dihitung volumenya adalah 7,9992M3 sedangkan untuk pondasi melintang 90 m1  dengan ketinggian dan ketebalan yang sama maka volumenya adalah 16,2M3  akumulasi pondasi bagi dan melintang adalah 24,1992dan bila dihargai Rp 1.000.000/M3  Rp 24.199.200 kemudian untuk PPn dan PPh Rp 11.500.000 sedang unt perencanaan 2% Rp 2.000.000 maka akumulasi dari ketiga biaya itu adalah Rp 37.699.200.

Sedangkan untuk volume pengugan adalah 45 X0.6X 5 atau setara dengan 135M3 dan bila dihargai Rp 125.000/M3 maka Rp 16.875.000  jadi biaya real  keseluruhan untuk pembangunan ini adalah Rp 54.574.200 dan bila dianggarkan Rp 100.000.000 maka masih ada sisa  Rp 45.425.800, uang sejumlah ini bocor dan diduga masuk kantong oknum desa.

Sementara  tahun anggaran 2019 dialokasikan anggaran senilai Rp 401.000.000 untuk membangun kios sebanyak 10 kios dengan panjang 4,6M dan lebar 5M atau total luas 225M2 mengingat bahwa pondasi telah dikerjakan tahun 2018 maka estimasi harga satuan dalam pembangunan kios ini sekitar Rp 1.200.000/M2 bila dikalikan 225 ditambah PPn dan PPh11.5% serta perencanaan 2 % maka total habisnya biaya adalah Rp 286.040.000 dan bila dianggarkan Rp 401.000.000 maka masih tersisa Ro 114.960.00 maka sejumlah uang sisanya akan dibocorkan bila tidak dikembalikan ke kas desa.

Menurut Udin, selaku warga Desa Jedong Cangkring  ketika mengetahui uang desa yang diduga  bocor atau akan dibocorkan senilai Rp 160.385.000 dalam satu paket pekerjaan merasa heran.

“Pantas saja para oknum pejabat desa cepat kaya,” jelasnya

Sementara Soedikman Pribadi, Kades Jedong Cangkring saat ingin dikonfirmasi terkait temuan baru fakta dilapangan hingga berita ini diturunkan tidak menanggapinya. (Zein)

 

 

 

 

 

 

 

 

 481 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *