Pelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang Profesional

Samosir, JAPOS.CO – Proyek pelebaran jalan lingkar Samosir sepanjang 123 km sebagai proyek Multy Year dinilai tidak professional, padahal proyek tersebut guna meningkatkan konektivitas Kawasan Strategi Pariwisata Nasional(KPSN) Danau toba.

Marko Sihotang, mantan anggota DPRD Samosir yang juga berdomisili di sekitar lokasi proyek mengatakan proyek reservasi dan pelebaran jalan nasional yang dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Ditjen Bina Marga itu menyebabkan genangan air di beberapa titik proyek, seperti di daerah Buhit Desa Pardugul Kecamatan Pangururan.

“Saya harap pelaksanaan proyek khususnya Paket 1 Paket 1, Preservasi dan Pelebaran Jalan Pangururan – Ambarita – Tomok – Onan Runggu sepanjang 75,90 Km dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 367,21 miliar itu dikerjakan dengan tidak main-main,” harapnya.

Marko juga meminta kontraktor paket 1, PT PP dan PT Seneca mengerjakan proyek dengan profesional dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar proyek. “Kalau pekerjaan galian yang mengakibatkan kubangan itu tidak diselesaikan secepatnya, kita akan ajak warga melakukan aksi memancing di sana,”tuturnya.(jbr).

 

 

 257 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *