Semua Pihak Bungkam ? Ledakan Dinamit Tambang Emas PT SRM Ketapang Tewaskan 1 Orang TKA Ilegal

Ketapang, JAPOS.CO – Semua pihak bungkam ? Ledakan dinamit yang diduga dilakukan oleh Pekerja PT Sultan Rafli Mandiri (SMR) yang bergerak di bidang usaha pertambangan emas di Kabubaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, di dalam terowongan  galian tambang emas pada hari kamis (14/4) lalu sekitar pukul 03:00 wib, tewaskan satu orang tenaga kerja asing (TKA) ilegal, insiden tersebut ditutup rapat oleh PT. SRM  serta semua pihak terkait di Kab. Ketapang. 

Kejadian  ini terungkap saat wartawan japos.co melakukan konfirmasi  kepada Umar (60) warga Dusun Muatan Batu, Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi dikediamannya. “Korban seorang TKA tertimpa bongkahan batu akibat ledakan dinamit yang dilakukan di dalam lubang tambang pada Kamis (14/4), jam 3:00 wib. Korban baru bisa  dikeluarkan dari lubang tambang jam 8:00 WIB pagi, di bungkus mengunakan kantong plastik kemudian jam 11:00 WIB siang menejemen membawa mayat korban mengunakan  truck dengan Nomor plat B 9393 SDA. Supir truck tersebut bernama Kris, tidak diketahui kemana tujuan mayat korban di bawa,” pungkas Umar kepada japos.co. 

“Siapa pun pekerja di perusahaan PT. Sultan Rafli Mandiri yang membocorkan tentang kejadian yang sebenarnya terkait  kematian TKA diancam dengan pemecatan,” lanjut Umar. 

Edi, salah satu anggota Satuan Brimob yang bertugas  dilokasi Tambang PT. Sultan Rafli saat dikonfirmasi Japos.co membenarkan adanya kejadian tersebut. Edi menyarankan agar wartawan Japos.co langsung melakukan konfirmasi ke  Polsek Tumbang Titi dan Polres ketapang untuk mengetahui identitas dan kronologis kematian TKA tersebut.

“Memang banar ada satu tenaga kerja asing yang meninggal di sini pada (14/4). Data identitas Korban dan kronologi kematian TKA tersebut sudah kami serahkan Ke polsek Kecamatan Tumbang titi dan Polres Ketapang. Untuk lebih jelas silakan konfirmasi ke Polsek Tumbang Titi atau  Polres Ketapang,” ungkap Edi.

Untuk mengetahui identitas dan krolologis kematian TKA di PT. SRM beberapa waktu lalu, japod.co mengonfirmasi Kapolres Ketapang AKBP Yur minggu (12/5). Dalam keterangannya Kapolres AKBP Yuri mengatakan untuk saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan. “Ya kita sementara penyidikan, akan di panggil oleh Reskrim. Untuk mengetahui identitas korban silakan ke Kasat Reskrim untuk konfirmasi lebih lanjut,” pungkas Kapolrek Ketapang via whatsapp.

Dilain pihak, Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Eko Madianto ketika dikonfirmasi Japos.co, Senin (13/5) terkait kejadian tersebut, menurut AKP Eko Mardianto bahwa dirinya belum mendapat laporan terkait identitas dan kronologis  korban TKA tersebut.

Kemudian AKP Eko Madianto mengarahkan Japos.co untuk menemui kasat intel bagian penangan orang asing. “Saya belum dapat laporan terkait keronologis kematian TKA PT Sultan Rafli Mandiri, coba langsung berkoordinasi dengan Kasat Intel Bagian Penaganan Orang Asing,” tegas Eko Madianto.

Ketika japos.co mendatangi Kasat Intel Bagian Penaganan Orang Asing, Senin (13/5), namun menurut salah satu anggota yang bertugas mengatakan bahwa Kasat sedang tidak ditempat.

Kepala Imigrasi kelas III Ketapang Rudi Adriani saat dikonfirmasi japos.co, Senin (13/5) diruangannya, menuturkan bahwa dirinya belum mengetahui kejadian tersebut sampai saat ini.

Rudi mengatakan harusnya pihak PT Sutan Rafli mandiri wajib melaporkan kejadian tersebut. “Saya belum mendapatkan informasi terkait kejadian Kamatian TKA ini. Seharusnya pihak menejemen PT Sultan Rafli Mandiri wajib melaporkan kejadian tersebut ke kami,” pungkas Rudi kepada Japos.co.

Sementara, Uti Royen dari pihak Dinas Ketenagakerjaan Ketapang bagian  penaganan Orang Asing perwakilan Dinas Provinsi Kalimantan  saat di konfirmasi Via WhatsApp, Senin (13/5) menjelaskan bahwa dirinya sedang menyusun rencana untuk melakukan pemeriksaan TKA di PT SRM.

Terkait informasi kematian TKA di PT SRM, dirinya belum mengetahui. Dirinya dan tim akan ke lokasi PT SRM untuk memeriksa kematian TKA tersebut. “ kita sedang menyusun rencana untuk memeriksa kesana, saya belum mengetahui adanya kematian TKA di PT SRM,“ pungkas Uti Royen.

Sementara, Lubis selaku menejer di PT. RSM  saat di konfirmasi Japos.co, Selasa (14/5) via telpon serta whatsappnya, terkait identitas dan kronologis kematian TKA tersebut, tidak menjawab. (Agustinus)

 1,230 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *