Penangkapan 5 Tersangka Pembegal Mobil Di Wilayah Kabupaten Samosir Diapresiasi Bupati

Samosir, JAPOS.CO – Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, memberikan penjelasan 5 tersangka pelaku pembegalan terhadap Januardi (38) warga Tiram Seulayat Ulakan, Kec. Ulakan Tapakis, Kab.Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (18/5) di halaman Mapolres Samosir.

Kapolres menjelaskan kronologis kejadian kepada awak media, Januardi dan temannya  yang melintas menggunakan Pick-up dijalan negara Samosir-Dolok Sanggul persisnya di kawasan Baniara-Partukkot Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (9/5) lalu, dibegal oleh 5 tersangka. Kelima pelaku adalah Okber Hutabarat (37) pecatan polisi, Parsaoran Simbolon (27), Lisber Simbolon (34), Sopan Sinaga (27), ke empatnya warga Dairi dan Suarip (35) warga Medan.

Pelaku ditangkap dari persembunyiannya di Medan, Kamis (16/5) dimana pada saat ditangkap terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melakukan perlawanan. Dan selanjutnya diboyong dari Medan ke Samosir untuk dirawat di RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan.

Petugas Kepolisian juga mengamankan barang bukti mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1159 ZV, 3 bilah parang panjang, 1 batang besi bulat, 1 batang kayu, 26 sak pakan ikan dan 1 gulungan lakban warna kuning.

Lanjut Kapolres, para tersangka melakukan pencegatan mobil korban dan langsung memecahkan kaca mobil bagian kiri dan kanan. Selanjutnya para tersangka mengikat korban dan membuang para korban di daerah Paropo, Silalahi.

Dalam keadaan terikat para korban berusaha menyelamatkan diri, setelah berjalan sekitar 2 jam, mereka tiba di jalan umum dan mendatangi Polsek Sumbul Kabupaten Dairi,  TKP masih diwilayah hukum Samosir, korban diarahkan untuk melaporkan ke Polres Samosir.

“Mendapatkan laporan dari korban, Satuan Reskrim Polres Samosir melakukan penyelidikan dan hingga mengetahui lokasi persembunyian para tersangka, selanjutnya dilakukan penangkapan di Jalan Sembada Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang,” jelasnya.

Para tersangka diancam melanggar pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp. 150 juta.

“Pemerintah Kabupaten Samosir mengapresiasi kesigapan Kapolres Samosir menangani kejahatan tersebut, dimana akan berpengaruh atas kunjungan wisata kelak,” jelas Bupati Samosir melalui Asisten 1, Mangihut Sinaga via telepon. (Jbr)

 224 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *