Yenny Wahid : Lebih Baik Semua Pihak Menahan Diri, Pengerahan Masa Akan Merugikan

Jakarta, JAPOS.CO – Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid berpendapat bahwa gerakan people power yang di lontarkan anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasioanal (BPN) Prabowo – Sandi, Amin Rais itu mengkaliam narasi itu di bangun untuk melawan kecurangan pemilu.

Menurut Yenny Wahid, people power berawal dar kegelisahan masyarakat namun dia melihatnya hanya upaya pengerahan massa.

“Kalau saya melihat ini kan terutama karena persoalan politik, kalau persoalan politik kategorinya bukan people power tapi adalah pengerahan massa, jadi berbeda,” ucap Yenny di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat, seperti yang dilansir liputan6.com Rabu (15/5).

Masih kata Yenny, lebih baik semua pihak menahan diri. Karena pengerahan massa akan merugikan. Apalagi, jika terbagi menjadi dua kubu.

“Kalau sudah begitu pasti akan ada konflik di lapangan, nanti malah korbannya rakyat yang tidak berdosa  karena diprovokasi oleh para elite-elitenya,” ujar dia.

Yenny berpesan, bagi pihak-pihak yang tidak menerima hasil pemilu, gunakanlah jalur yang tidak berseberangan dengan hukum yakni melalui proses konstitusi.

Sementara  Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Muhammad Syafii sebelumnya mengatakan pihaknya tidak akan membawa kasus dugaan kecurangan Pemilu yang telah diungkap ke publik ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pihaknya tidak percaya MK dapat adil dalam mengusut kecurangan pemilu yang mereka yakini. Menurutnya cara yang mungkin akan ditempuh oleh BPN adalah mengandalkan gerakan kedaulatan rakyat,” terang Syafii. 

Syafii juga mengingatkan, “Ketika Undang-Undang dasar dipastikan sudah tidak dilaksanakan, kedaulatan tetap berada di tangan rakyat. Nanti rakyat akan tunjukkan apa maunya dengan kedaulatan yang dimilikinya ketika kita sudah memastikan Undang-Undang dasar dan peraturan perundang-undangan tidak lagi dilaksanakan,” ucap dia.(d2/int)

 

 221 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *