Budi Arie Setiadi : KPU Dan Bawaslu Itu Dibentuk dan Bekerja Sesuai Amanat Undang – Undang

Jakarta, JAPOS.CO – Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo menilai atas ketidak percayaan BPN Prabowo – Sandi  kepada KPU sebagai sesuatu yg menggelikan.

” Kalau nggak percaya KPU dan Bawaslu, ngapain ikut pemilu. Ingat loh , KPU dan Bawaslu itu dibentuk dan bekerja sesuai amanat Undang- undang. Para personilnya pun diseleksi dan di pilih oleh aspirasi peserta pemilu yaitu Parpol. Kok nggak percaya sama produk yang anda buat sendiri? Logika nya lucu, ” ujar Budi kepada media, Selasa ( 14/5).

” Kalau mereka nggak percaya KPU itu terserah   mereka. Posisi Jokowi- Amin dan Prabowo- Sandi kan sama – sama peserta dan konstentan PILPRES 2019. Lah kita kan sama- sama peserta yg ikut aturan main yg di putuskan dan diawasi oleh KPU dan Bawaslu. Jadi kita tunggu saja pengumuman KPU 22 Mei 2019. Kita serahkan saja pada wasit. Jangan pemain mau ikut- ikutan jadi wasit, ” jelas Budi.

Lanjut Budi, kalau ada bukti kecurangan ajukan saja ke MK bersama bukti- bukti nya. Kan ada mekanisme hukum hingga 28 Juni 2019. Jangan teriak- teriak curang tapi tanpa bukti. Fitnah itu namanya. 

“Kalau nggak percaya MK mau percaya siapa lagi? Negara kita kan negara hukum. Nanti kalau nggak percaya MK  bisa- bisa nggak percaya sama sistem hukum dan ujungnya nggak percaya Negara. Lalu mau bubarin NKRI? Ini  agenda siapa? Ingat NKRI itu berdiri dengan pengorbanan jutaan nyawa pahlawan kusuma bangsa,” jelas Budi.

” Demokrasi itu mewajibkan hadirnya tertib sosial. Semua tidak ada yg kebal hukum. Ikut aturan main. Tidak bisa semaunya sendiri. Kalau mau menang sendiri bukan demokrasi nama nya. Ingat demokrasi Indonesia itu,  kita perjuangkan dengan darah, keringat dan airmata para mahasiswa dan rakyat tahun 1998, ” pungkas Budi.(d2)

3 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!