Pekerja Disabilitas Netra Menolak Di Adili PN Tangerang

Tangerang, JAPOS.CO – Sidang Lanjutan dengan Nomor Perkara 837/Pid.B/2019/PN.TNG dengan terdakwa Bambang Sutriyanto di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (9/5) dengan agenda eksepsi.

Persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Mahmuriadin tersebut, di mulai dengan agenda pembacaan Eksepsi dari terdakwa.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa terdakwa sempat terbentur pintu dan kursi dikarenakan ruang sempit dari tempat terdakwa menunggu dan gelap sehingga terdakwa terbentur kembali tentu saja hal tersebut membuat para Kuasa Hukum terdakwa merasa bahwa Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan tidak memperhatikan kepentingan terdakwa yang merupakan Disabilitas Tunanetra.

Pihak Kejaksaan kembali lupa dengan  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang disebut penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Sementara Kuasa Hukum Bambang Sutriyatno, Riesqi Rahmadiansyah menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Tangerang tidak berhak memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

 “Pengadilan Negeri Tangerang tidak berhak memeriksa dan mengadili perkara a quo “ sebut Riesqi Rahmadiansyah dalam Eksepsinya, hal tersebut terkait bahwa Korban dari kerugian perdata ini adalah PT Karya Reka Industri, yang berada di wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,

Menurutnya kasus ini juga murni Perdata karena ada kerugian PT Karya Reka Industri dimana dalam PT tersebut Bambang Sutriyatno sebagai korban bukan sebagai pelaku.

Karena Bambang Sutriyatno yang disabilitas netra tersebut merupakan korban, terdakwa pernah melapor ke polisi tetapi ditolak, kemudian sekarang malah terdakwa menjadi korban 2 kali, sudah di tipu oleh terdakwa TA sekarang malah jadi korban kriminalisasi.  

Terkait hal tersebut sidang akan dilanjutkan dengan agenda sanggahan terhadap jawaban terdakwa pada 14 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Tangerang. (d2)

 

 

52 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!