Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman Di Kecamatan Pangkatan

Labuhanbatu,  JAPOS.CO

Proyek lampu jalan dengan tenaga surya sebanyak sepuluh tiang yang dipasang di Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tahun 2018, yang disebut dikerjakan oleh onum anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu AKH (48) yang juga merupakan ketua salah satu partai politik dianggap proyek siluman.

Saat wartawan menemui Kepala Desa Sidorukun Suprapto, Rabu (8/5/2019) menyampaikan “waktu itu ibu Rahmah datang menemui saya dan meminta ijin untuk memasang lampu jalan tenaga surya sebanyak sepuluh titik disetiap simpang dan depan tempat ibadah,  dan beliau menyampaikan proyek kementrian”

Saya juga bingung kenapa dipasang lampu jalan tenaga surya,  karena didesa ini sudah dialiri arus listrik dan sudah memiliki lampu jalan,  jelas Suprapto.

Kepala Desa Sidorukun mengaku tidak tahu sumber anggaran dari kementrian mana,  berapa harga pagu proyeknya dan perusahaan rekanan (kontraktor) yang mengerjakannya karena tidak ada dibuat papan informasi atas pekerjaan tersebut dan tiba – tiba pekerjaannya sudah selesai.

“saya juga kadang bertanya – tanya kenapa tidak ada papan informasi proyek ini, padahal setahu saya setiap ada pekerjaan yang sumber dananya dari pemerintah harus ada papan informasinya,  mungkin ini proyek siluman” jelas Kepala Desa Sidorukun.

Suami Rahmah (8/5/2019) saat ditemuni wartawan mengaku “istri saya hanya disuruh untuk melaksanakan pekerjaan oleh Anggota DPRD Labuhanbatu AKH yang juga Ketua Partai G,  katanya itu bantuan dari kementrian” jelasnya.

Suami Rahmah membeberkan kalau yang punya proyek saya tidak tahu tetapi yang membayar gaji pekerja yang membuat lobang pondasi dan mengecor pondasi itu adek kandung AKH,  dan kalau pemasangan tiang, kabel dan baterai pekerjaanya dari pulau Jawa,  jelasnya.

Oknum anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu AKH saat dikonfurmasi melalui telepon seluler (9/5/2019) menyampaikan proyek pemasangan lampu jalan tenaga surya di Labuhanbatu sebanyak 100 tiang,  “saya tidak tahu perusahaan apa yang mengerjakan,  saya tidak tahu berapa pagu harga kontraknya” jelas AKH.

AKH mengaku saya hanya dihubungi dari pusat dan diarahkan untuk mencari lokasi pemasangan dan pekerjaan untuk memasangkan,  saya tidak tahu mengenai nilai proyeknya makanya kami tidak ada memasang informasi proyek tersebut,  yang jelas lampu itu dibagi 10 tiang setiap desa,  jelas AKH.(At)

 322 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *