Mandi Belimau, Tradisi Adat Turun Temurun

Bangka, JAPOS.CO – Adat mandi belimau ini tidak harus dipersoalkan karena memang sudah menjadi adat turun menurun. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bangka, Mulkan, SH MH, Sabtu (04/5). 

“Bagi yang mau ya silahkan, bagi yang tidak mau ya sudah tidak usah dilaksanakan, hal ini saja mau dipermasalahkan,” tukasnya. 

Dikesempatan itu pun Pemkab Bangka memberikan apresiasi keluarga Depati Bahrin yang masih terus menjaga silaturahmi dengan masyarakat sekitar makam Depati Bahrin dan terus melanjutkan adat mando belimau yang dilakukan depati Bahrin setiap menjelang Ramadhan. 

Sementara itu, keluarga Depati Bahrin Mustar bersama istri yang sudah sepuh pun sangat menghargai upaya Pemkab Bangka untuk terus menjaga ritual yang dilakukan leluhur mereka sang pahlawan Depati Bahrin. 

Setiap tahunnya, mereka rutin ziarah kubur bersama dengan sanak keluarga namun tahun ini dia berkesempatab hadir dengan istrinya untuk melaksanakan ritual ziarah kubur sebelum puasa dan mandi belimau. 

“Mandi belimau jangan disalah artikan. Mandi belimau bertujuan untuk silaturahim. Kedua, meneruskan adat istiadat dan melestarikan nilai nilai budaya kita. Tidak salah mendoakan orang yang sudah mendahulukan kita. Mandi belimau tidak perlu diperdebatkan. Ibarat sebuah pohon hanya punya batang,dahan dan ranting jika tidak ada buah cantik kah. Kalau tidak ada adat istiadat maka Bangka tidak akan ramai dikunjungi,” tegasnya. 

Dipenghujung kegiatan, diumumkan pemenang lomba napak tilas Depati Bahrin dan tausiah bagi para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara mandi belimau. 

Tampak hadir dalam proses adat mandi belimau dan ziarah kubur kali ini, forkopimda,sejumlah kepala OPD,tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar. (Oby)

 175 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *