Tidak Seusai Fakta, Ketiga Terdakwa Tolak Dakwaan Jaksa

Jakarta, JAPOS. CO – Sidang perkara judi online dengan perkara No.9/Pid.Sus/2019/PN. Jkt.Utr di Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali digelar, Kamis (2/5) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sidang yang sudah memasuki ke empat belas ini dipimpin oleh ketua majelis hakim Tugianto dan hakim anggota Agung dan Firman.

Dihadapan majelis hakim, para terdakwa membantah tegas bahwa sebagian besar isi dari BAP. Menurut para terdakwa BAP dibuat dibawah tekanan dan diintimidasi penyidik tanpa diperbolehkan untuk didampingi penasehat hukum.

Sebagai informasi bahwa sebelumnya terdakwa mengajukan praperadilan namun digugurkan pasalnya ketidakhadiran termohon selama dua minggu serta adanaya bukti surat internal kejaksaan yang ditanda tangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrik Adhar untuk hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan terdakwa menjelaskan bahwa mereka tidak tahu sama sekali bahwa apa yang mereka melakukan termasuk dalam kejahatan judi online.

Terdakwa Mery Andriyan dalam keterangannya menejelaskan sepanjang pengetahuannya bisnis yang dijalankan oleh atasannya adalah digital marketing. Sedangkan terdakwa Randy hanya diberitahu bahwa pengelolaan rekening yang dilakukannya adalah untuk tujuan pinjaman online.

Sementara menurut Kuasa Hukum terdakwa Gideon Tarigan dari kantor hukum MTH Lawfirm meyakini bahwa para kliennya tidak melakukan kesalahan yg didakwakan JPU Fedrik Adhar. Apalagi bila melihat fakta persidangan yang ada, tidak ada bukti ataupun saksi yang dapat mengaitkan para terdakwa dengan pasal 303 tentang perjudian.

“Saya ini orang awam tidak mengerti apa-apa, dan saya harus mendekam di penjara dari tanggal 3 Agustus 2018. Jauh dari keluarga, jauh dari dunia, saya memohon kepada awak media, agar dapat menyebarkan berita ini seluas-luasnya, oleh karenanya saya memohon doa kepada masyarakat agar kasus ini dapat segera selesai tanpa adanya intervensi lagi. Kemudian untuk Majelis Hakim, saya menaruh kepercayaan saya sepenuhnya kepada majelis. Saya percaya keadilan pasti masih ada di negara ini,” ujar Mery dengan lesu kepada wartawan seusai sidang.

Sidang ditunda hingga tanggal 9 Mei 2019 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Fedrik.(Herman)

 

 200 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *