KJB : Jakarta Jangan Anggap Enteng Stanting

Jakarta, JAPOS.CO – Dalam rangka memperingati hari Posyandu Nasional Komunitas Jakarta Bahagia dan Jaringan Pemberdayaan Anak Sehat (JPAS) gelar gebyar Posyandu di Taman Binyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/4).

Agus Supriyanto, Ketua Komunitas Jakarta Bahagia (KJB) menjelaskan dengan kegiatan posyandu bisa mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan stanting.

“Jadi harus ada peningkatan kapasitas SDM guna merevitalisasi posyandu agar peran posyandu lebih optimal lagi dengan iau-isu stanting,” jelasnya.

Agus juga berpesan Jakarta jangan menganggap enteng terkait stanting. Karena ini persoalan yang ga bisa diobati tapi diantisipasi.

“Ini persoalan yang gak bisa diobati tapi diantisipasi, karena akalau orang sudah kena stanting ga bisa diobati,” ungkapnya.

Agus juga menambahkan pada hari posyandu nasional ini, “Kita mengajak agar menginformasikan terkait masalah – masalah stanting, kalau ini diakomodasi dan diperhatikan bersama, saya yakin Jakarta mendapat 5 persen stanting maka akan lebih bisa menekan dari tahun ke tahun,” terang Agus.

Sementara Ketua JPAS, Wahyu menanggapi kenapa pilih isu stanting menjelaskan stanting itu kaitan dengan generasi.

“Kenapa kita konsen ke stanting karena yang sekarang dikategorikan sebagai dia mengalami stanting berarti secara fisik dia tidak berkembang sesuai umur, secara mental dia tidak berkembang sebagaimana umumnya,” jelasnya.

Menurut Wahyu, jika sekarang bayi lahir, 15 atau 20 tahun lagi pertama badan dia itu kerdil kedua otak dia itu tudak berkembang tidak cerdas.

” Jika stanting di Indonesia banyak maka kedepan bisa bahaya. Makanya itu kita mau gulirkan menjadi semacam perhatian semua orang, karena problem stanting itu bisa dicegah sebelum anak itu lahir,” tegasnya.

Wahyu juga menghimbau 1000 hari pertama terhitung sejak ibunya hamil agar memperhatikan dari asupan gizi ibunya, makanya peran posyandu sangat penting.

“Kita mau tingkatkan bahwa kader poayandu ini paham soal itu, makanya dia bisa menjelaskan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kedepannya, kata Wahyu rencana program ini dicanangkan oleh Gubernur menjadi program revitalisasi posyandu.

“Jadi posyandu perannya ditingkatkan lebih di didik lagi,” pungkasnya.@d2

 

 

 

 

 199 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *