Proyek Penunjukan Langsung Top Bottom di Jalan Arif Rahman Hakim Syarat Kejanggalan

Surabaya, JAPOS.CO –  Serapan APBD 2019 Kota Surabaya dalam penanggulangan banjir dilakukan melalui bidang pekerjaan umum bina marga. Kegiatan tersebut mulai dari saluran kali, revisi, pengadaan, pasang U-ditch bahkan penembus saluran air dari arah paling kecil menuju aliran sungai yaitu top bottom (crossing).

Dari pantauan Japos.co kegiatan pemasangan elevasi top bottom, excavator PC 200 DT dan forklift alat berat yang dilaksanakan malam hari di wilayah Surabaya timur tepatnya di jalan Arif Rahman Hakim proyek tersebut menutup bagi pengguna jalan.

Kondisi pemasangan terdapat banyak kejanggalan dari bahan Top bottom terlihat tidak baru terdapat cap dari pemkot Surabaya dan bukan pembelian barang baru atau includ dari pabrik karena harus disertai DO kiriman bila diperlukan MoU harus jelas.

Dalam kegiatan tersebut diduga syarat kejanggalan, seperti yang diungkapkan salah satu warga melihat kondisi saat elevasi pemasangan masih berair,tidak  terlihat kisdam setinggi yang dibutuhkan dan tarik benang agar terlihat lurus,terlihat terucuk panjang 1,5 terpasang. Sebelum elevasi dilakukan namun  tidak maximal sesuai persyaratan seharusnya lebih dari 2 trucuk.

Terlihat ukuran yang dibutuhkan tidak dilakukan bahkan saat galian berikutnya tidak ada tes utilitas terlebih dahulu, dalam galian mengalami kendala terdapat banyak pipa PDAM bersusun bahkan pipa ukuran 200 dim memanjang pada arah sepanjang jalan.

Masih kata warga, diduga pekerjaan tersebut merupakan paket penunjuk langsung rekanan pilihan, pekerjaan banyak pengiritan yang diduga guna pertebal kantong.

Sementara PPHP berinisial ARK dari Dinas terkait menanggapi hal tersebut menyatakan bahwa barang Top bottom (crossing) yang di pakai adalah dari paket pengadaan.

Akan tetapi CV Nohwali Putra atas nama OY yang menjadi rekanan seakan –akan tidak ada keterbukaan terkait asal usul barang atersebut.

Hingga berita ini diturunkan japos.co belum mendapatkan konfirmasi terkait aktivitas yang diduga banyak kejanggalan dan tidak ada keterbukaan atas Proyek Penunjuk Langsung bersumber APBD yang kini terkesan saling lempar.(junn)

 

 

 495 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *