Program Swakelola, Pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu Diduga Sarat Korupsi

Pekanbaru, JAPOS.CO –  Program pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu  yang beralamat Rt 05 Rw 01 Dusun 1Desa Kusau makmur Kec Tapung hulu Kab Kampar Riau, dengan nilai Rp 2.436.872.000 APBN TA 2018 diduga dijadikan ajang korupsi

Menurut data yang dihimpun Japos.co di lapangan, pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu yang dikerjakan dengan secara swakelola, berdasarkan surat putusan Direktur pembinaan SMA dengan Nomor:1382/D4/KU/2018 tanggal 28/2/2018 menuai konflik antara panitia pembangunan baik dengan masyarakat.

Untuk program pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu secara swakelola, sebelumnya, 21/2/2018 kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau Rudyanto SH.M. SI melakukan penunjukan kepanitiaan pembangunan USB SMAN 2 tapung Hulu sebanyak enam orang diantaranya;
1 Ketua panitia pembangunan; Mariaman( Kades Kusau Makmur Kec Tapung hulu)
2 Wakil ketua pelaksana; Syafrial Rohmi.
3 Sekretaris; M Yusnarwan(Kepsek)
4 Bendahara; Parulian Manalu(PNS)
5 Anggota; Buyung
6 Anggota; Suhedi.

Pembentukan kepanitiaan pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu tidak lain hanya sebagai pelengkap saja bagaimana cara anggaran tersebut bisa cair, namun ada yang tidak dilibatkan untuk pelaksanaan kegiatan saat awal pembangunan USB SMA, baik saat pencairan dana bantuan pembangunan USB tersebut.

Diketahui saat pencairan dana bantuan pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu sebesar Rp2.436.872.000, ketua panitia Mariaman (Kades Kusau Makmur Kec Tapung hulu) tidak melibatkan Sektaris dan bendahara baik saat pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Tanpa sepengetahuan Sekretaris dan bendahara tiba-tiba pelaksanaan kegiatan pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu berjalan, saat itu Yusnarwan pertanyakan kenapa mereka tidak dilibatkan, apa aja yang dibutuhkan dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan USB tersebut, menurut ketua panitia Mariaman (Kades) tidak melibatkan Sektaris dengan bendahara agar tidak terganggu proses belajar mengajar. Hal ini diungkapkan Sekretaris (kepsek SMAN 2 Tapung Hulu) saat dikonfirmasi oleh awak media (25/4).

“Kita tentukan beli bahan dimana, tukangnya siapa, berapa budget nya, berapa pajaknya, ehhh.. tau-tau rupanya dana sudah cair, kami tidak tahu menau tiba-tiba udah dibangun,” ungkap Kepsek diruangannya.

Ia menambahkan, pencairan dana pembangunan USB SMA mengaku kecolongan kerena dana tersebut ditransfer oleh Bendahara Dinas pendidikan provinsi Riau ke rekening pribadi, milik  Mariaman ketua panitia pembangunan USB (Kades Kusau Makmur Kec Tapung)
Menurut Sektaris, seharusnya dana tersebut ditransfer ke rekening an panitia pembangunan, namun karena no rek an. panitia pembangunan tidak ada, Kepala Dinas Pendidikan menunjuk rekening pribadi milik ketua panitia.

“Karena dicairkan oleh Bendahara Dinas, ditransfer ke rekening pribadi Kades, di situ kami kecolongan,” beber Kepsek.

Penunjukan panitia pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu terdiri enam orang oleh Rudyanto  SH.M.SI Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau, seolah hanya memenuhi syarat agar pencairan dana tidak terhalang meski dua anggota panitia pembangunan tidak difungsikan antara Sekretaris dengan bendahara.

Terkait Sekretaris dengan bendahara tidak difungsikan sebagai struktur organisasi terpenting untuk menjalankan roda kepengurusan. Dari sini jelas bahwa program pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu dikuasai oleh Mariaman Kades Kusau Makmur Kec Tapung, ada dugaan pihak Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama Mariaman ketua panitia pembangunan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam kegiatan pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu tersebut.

Patut dicurigai, dari pantauan Japos.co di lapangan Rabu (24/4), bangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu  terkesan penuh dengan kejanggalan saat pelaksanaan baik dalam pekerjaan fisik. Bangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, nampak belum satu tahun selesai dibangun sudah mengalami kerusakan, tembok retak, keramik pecah, tiang tengah ruangan kantor mengalami penurunan, saluran air kloset asal jadi, selasar keliling mengalami retak hingga penurunan, plafon berkeruh akibat tetesan air hujan. (Tim) 

 

 

 650 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *