Kuasa Hukum Hadirkan Ahli Pidana dan Ahli Telematika

Jakarta, JAPOS.CO –  Sidang lanjutan kasus judi online dengan terdakwa Aristharkus Randy Harrys alias Andi, Mery Andrian dan Vicky Armando di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin(22/4) dengan mendengarkan keterangan saksi ahli.

Kuasa Hukum terdakwa menghadirkan dua saksi ahli kehadapan Majelis Hakim yakni Dr. Eva Achjani Zulfa  sebagai ahli pidana dan Dr. Solichul Huda sebagai ahli telematika.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fredrik Adhar tidak bisa menghadirkan saksi ahli dan meminta kepada Majelia Hakim agar keterangan ahli disampaikan dalam bentuk surat dan dibacakan dalam persidangan. Permohonan tersebut ditolak oleh Majaelis Hakim dan memerintahkan JPU untuk melakukan pemanggilan ulang kepada saksi ahli.

Menurut keterangan ahli pidana Dr. Eva Achjani menjelaskan bahwa dalam pelaku tindak pidana, khususnya terkait penyertaan, pelaku harus memiliki pengetahuan dan kesengajaan atas tindak pidana yang dilakukannya.

Ahli berpendapat bahwa sepatutnya pelaku tindak pidana pokok diperiksa terlebih dahulu untuk membuktikan unsur pidananya, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap para pembantu dan pihak-pihak yang turut serta.

 Lebih lanjut, ahli juga menjelaskan mengenai kualitas saksi. Ahli menerangkan bahwa seorang penyidik yang melakukan pemeriksaan dan memberikan kesaksian berdasarkan keterangan seorang tersangka bukan merupakan saksi yang patut didengar keterangannya karena tidak memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Sementara keterangan ahli telematika Dr. Solichul Huda, M.Kom menjelaskan mengenai kriteria barang bukti digital sebagaimana dimaksud dalam UU ITE. Selanjutnya barang bukti digital harus dijamin keutuhan dan originalitasnya sebelum dilakukan proses forensik di laboratorium forensik.

Menurut Solichul, seharusnya penyerahan barang bukti ke laboratorium forensik disaksikan oleh kedua belah pihak, pihak penyidik dan pihak tersangka guna menghindari penyangkalan di kemudian hari.

Lebih lanjut, ahli memaparkan mengenai jejak digital. Suatu jejak digital dapat menunjuk ke suatu perangkat, namun tidak serta merta menunjuk ke suatu individu, mengingat ada kemungkinan perangkat tersebut digunakan oleh individu lain. Oleh karenanya, ahli berpendapat bahwa keberadaan saksi sangat lah vital untuk dapat mendukung jejak digital

Setelah mendengarkan keterangan kedua ahli yang diajukan oleh kuasa hukum tersebut, sidang ditutup dan akan dibuka kembali pada Senin, 29 April 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang akan diajukan oleh JPU.(Herman)

 

 227 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *