Rohadi Napi Suap Syaiful Jamil : KPK Bongkar TPPU, Oknum Hakim Terlibat ?

Bandung, JAPOS.CO – Napi suap kasus Syaiful Jamil, Rohadi, SH, mengaku saat diperiksa penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atas dugaan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) tidak ingat ada transfer sebesar Rp. 300 juta dan diberikan kepada siapa uang tersebut. Namun, berselang kemudian, Rohadi baru ingat bahwa uang tersebut diberikan kepada oknum Panitera Pengganti berinisial Sul menyerahkan kepada Hakim MR atas sebuah perkara di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Jakarta Selatan. Kini oknum hakim tersebut mutasi tugas di PN Kelas 1 A Bandung. Demikian dibeberkan Rohadi kepada Japosco saat ditemui di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, baru-baru ini. 

Dikatakan Rohadi, saya bersumpah akan bongkar semuanya demi bersihnya dunia peradilan. “Saya rela semua harta saya disita termasuk sebuah rumah sakit di Indramayu. KPK mengembangkan kasus suap itu ke TPPU dari buku rekening saya yang disita KPK. Sudah 40 orang diperiksa terkait TPPU dan saya sudah ditetapkan menjadi tersangka TPPU oleh KPK. Sebentar lagi P 21,” ungkap Rohadi yang kini banyak ibadah. 

Hal lain yang diminta Rohadi, agar KPK memeriksa semua oknum yang telah dia sebutkan diduga terlibat praktek penyuapan dan menikmati hasilnya. “Saya sudah sebutkan semua oknum yang menikmati uang haram itu. KPK harus periksa KT (Kakim Tinggi), RP (Panitera), IS (Hakim Tinggi), Sul (Panitera), LM (Hakim Tinggi) semuanya 5 orang. Jabatan mereka sekarang 3 Hakim Tinggi dan 2 Panitera. Mereka semuanya lolos dari jeratan hukum. Saya yang tidak menikmati uangnya sepeser pun dan kasus syaiful Jamil itu, bukan kasus saya tapi saya cuma perantara saja. Semua bukti ada di 5 buah telepon seluler saya yang disita KPK,” ungkapnya lagi. 

Sementara itu, terkait oknum hakim berinisial MR kini bertugas di PN Kelas 1 A Bandung yang diduga menerima gratifikasi uang sebesar Rp 300 juta dan terkait dugaan TPPU Rohadi, tak merespon konfirmasi japos.co. 

Kuasa hukum Rohadi untuk kasus terkait oknum MR, Liyani, SH, M.Kn mengatakan bahwa kliennya dulu saat diperiksa KPK, lupa uang itu diberikan kepada siapa, tapi sekarang dia sudah ingat. “Berdasarkan pernyataan dari klien saya, Rohadi mengenai dana sebesar kurang lebih Rp. 300 juta yang di transfer ke salah satu rekening BCA atas nama Rohadi sekitar tahun 2014 dan telah diperiksa oleh penyidik KPK dalam perkara TPPU dan Gratifikasi, yang mana mengenai dana tersebut dulu klien saya mengatakan lupa diberikan kepada siapa. Sekarang Rohadi telah mengingat tetang dana tersebut, ternyata telah diserahkan kepada Ketua Majelis Hakim beribisial MR dalam salah satu perkara di PN Jakarta Selatan dan sekarang katanya menjabat sebagai hakim di PN Bandung,” tandas Liyani saat di konfirmasi di kantornya, di kawasan Maleer, Jl. Gatot Subroto, Bandung (22/4). 

Lanjut Liyani, bahwa kliennya menyerahkan dana suap tersebut melalui salah satu Panitera Pengganti di PN Jakarta Selatan yang berinisial Sul. Dirinya berharap KPK ungkap semua penerima uang dalam kasus TPPU Rohadi. 

Ditambahkan Liyani, atas dasar pernyataan klienya tersebut dia sudah melayangkan surat undangan kepada MR untuk klarifikasi. “Saya segera melakukan klarifikasi tentang kebenarannya dengan mengirimkan surat undangan kepada MR sebanyak dua kali, namun upaya kami ternyata tidak ditanggapi dengan baik, sehingga wajar kami menduga besar kemungkinan memang benar dana tersebut diterima dan dinikmati oleh MR dkk. Atas peristiwa itu dalam upaya mengungkap kebenaran, saya meminta pihak KPK meneruskan penelusuran atas mata rantai dari mafia-mafia hukum yang terkait dengan aliran-aliran dana gratifikasi yang penerimaannya bersumber dari klien saya, sehingga tidak hanya klien saya yang menjadi terpidana kasus korupsi tetapi keseluruhan mata rantai mafia hukum harus dijerat dengan sanksi pidana atas perbuatannya sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Selain itu saya juga meminta kepada Komisi Yudisial (KY) utk lebih memantau dan menindak tegas hakim-hakim yang diduga terlibat,” pungkasnya. (@lf)

 393 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *