Peserta Pemilu Dan Tim Quick Count Kecewa Pintu Sekretariat PPK Labuan Di Gembok

Pandeglang, JAPOS.CO –  Hendak menggunakan hak pilihnya, Heri Susanto merasa kecewa. Pasalnya legalitas serta jumlah kertas suara yang harus dicoblosnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dari KPU.

Heri mencoba mengkonfirmasi kepada panitia pemungutan suara (PPS) namun tidak memuaskan. Selanjutnya Heri kembali mendatangi sekretariat panitia pemilihan Kecamatan (PPK) yang berkantor di salah satu ruangan Kantor Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, namun dengan hasil nihil tidak ada satu anggota PPK yang bisa dimintai keterangan.

Kepada Japos.co Heri menjelaskan “Kedatangan saya ke secretariat PPK awalnya ingin mengutarakan soal legalitas kependdudukan serta jumlah surat suara yang harus saya coblos. Sekarang kan sya tinggal di Desa Kadu Hejo Pandeglang tetapi di KTP saya beralamat di Kp Panguseupan Desa Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang,” jelasnya, Rabu (17/4)

“ Tadi pada saat pencoblosan seharusnya saya mendapatkan kartas suara jumlahnya 4 lembar bukan 3 lembar yakni kerta suara calon DPR Provinsi, Calon DPR RI, Calon DPD dan Calon Presiden. Namun saya hanya disodorkan tiga kertas surat suara tanpa calon DPR Provinsi,” ungkap Heri.

Sementara, Raden Dinul Akbar mengaku dari tim quick count bermaksud mendatangi secretariat PPK guna meminta penjelasan arahan TPS mana yang harus didatangi.  Namun tidak ada satu petugas yang di maksud yang bias ditemuinya dan ironisnya pintu secretariat PPN terlihat di gembok.

Menanggapi atas kejadian tersebut Ucu Buhori,  Ketua PPK menjelaskan semua personil yang terlibat pada kepaniatiaan PPK Labuan sedang diluar.

“Kebetulan mereka sedang ada di tiap – tiap TPS dan kami tidak menjadwalkan tugas piket,” terangnya kepada wartawan saat tiba di Kantor Camat Labuan. ( TIM )

 

 

 452 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *