Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum : Kecewa, Majelis Tidak Objektif Melihat Perkara

Jakarta, JAPOS.CO  – Sidang lanjutan gugatan perdata antara ahli waris selaku penggugat melawan apartemen signature park selaku tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (11/4) dengan agenda putusan.

Sebagai informasi bahwa upaya gugatan ini dilakukan ahli waris terhadap apartemen signature park atas pembatalan perdamaian pasalnya dinilai cacat hukum dan ditemukan kejanggalan yakni berupa tanda tangan ahli waris yang sudah meninggal.

Dalam sidang putusan yang digugat ahli waris Saleha binti Rasa ditolak Majelis Hakim Muhammad Sirad. Bahwa dalam amar putusannya Majelis menilai penggugat tidak memiliki bukti kuat atas 4.500 meter tanah di jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur.

Menanggapi putusan tersebut, Patuan Anggi Nainggolan selaku kuasa hukum penggugat mengatakan pihaknya menghargai putusan yang diberikan Pengadilan terhadap gugatannya.

Namun, pihaknya merasa kecewa lantaran tuntutan yang diajukan dirinya diabaikan. Padahal banyak kejanggalan yang timbul dalam persidangan terasebut.

“Kami kecewa, mengapa majelis mengesampingkan saksi-saksi dari kami. Saksi-saksi dari kami itu adalah petunjuk. Itu yang lahir disitu, yang mengetahui tanah itu milik siapa. yang pernah juga salah satunya melihat girik itu. Majelis kurang obyektif, (ditolak, red) dasarnya hanya tidak ada asli dari girik 303. Masa barang tidak boleh hilang, kita sudah lapor,” ungkapnya usai persidangan.

Dalam persidangan sebelumnya Patuan meyakinkan majelis bahwa pihaknya sudah menyampaikan ada tiga kelurahan yang menyatakan kalau tanah tersebut merupakan milik ahli waris kliennya. 

“Selama 15 tahun menyatakan itu milik Saleha. Tapi saya kecewa dengan pertimbangan majelis tidak satupun saksi yang mengatakan itu milik Saleha binti rasa,” katanya.

Patuan menilai bahwa majelis hakim tidak obyektif melihat perkara tersebut. “Loh, pihak lawan tidak mempunyai aslinya, tetapi mereka menguasai. Mereka tidak punya kok, ini sudah jelas-jelas rekayasa permainan para tergugat. Kami harus melakukan upaya banding,” tegasnya. 

“Kita pastikan tanah sengketa tersebut tidak dapat dipergunakan untuk pembangunan mall.  Dan saya yakinkan pihak tergugat melakukan pembohongan publik, karena mereka memasarkan itu bahwa tanah tidak bermasalah. Ini pembohongan publik. jadi setiap pembeli harus tahu juga bahwa ini bermasalah, kalo katakan tidak bermasalah itu bohong,” pungkasnya.(d2)

 

36 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!