Lahan Karetnya Terkena Limbah Perusahaan, Nawaf Keluhkan Tidak Ada Ganti Rugi 

Jambi, JAPOS.CO – Nawaf salah satu warga Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun mengeluhkan lahan karet miliknya terkena dampak limbah perusahaan tambang batu bara PT. Jambi Prima Coal (JPC) dan PT. Dimar Kalimantan Coal (DKC).

“Lahan karet saya terkena dampaknya dan kurang lebih satu hektare terendam. Namun tidak ada ganti rugi dari perusahaan atas dampak tersebut,” jelasnya kepada wartawan melalui telpon seluler, Kamis (11/4).

“Selain itu juga limbahnya mengalir ke sungai sedangkan sungai tersebut tempat orang mandi, ” tambahnya. 

Nawaf juga mengungkapkan sebelumnya dari pihak DLH Kabupaten Sarolangun bersama PT.DKC, PT.JPC, dan pihak warga Pemusiran telah melakukan mediasi untuk mencari solusi dalam hal ini. 

“Sebelumnya kami sudah mediasi terhadap perusahaan dan pihak DLH, namun sampai saat ini belum ada titik terangnya,” ungkapnya. 

Ia berharap atas permasalahan tersebut bisa diatasi dan lahan karet yang ia miliki bisa diganti rugikan oleh pihak perusahaan. (Rizal)

 

 194 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *