Panen Perdana Bawang Putih Di Kecamatan Lintong Nihuta

Humbahas, JAPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE, bersama Irjen Kementerian Pertanian, Justan R Siahaan dan Direktur Sayuran Tanaman dan Obat Kementan, Agung, Inspektur 1, Susanto, melaksanakan panen perdana bawang putih di Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumut, Senin (8/4).

Dalam sambutanya, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE menjelaskan bahwa saat ini produksi bawang putih mencapai 12 sampai 14 ton/hektar di Humbang Hasundutan, hal tersebut diharapkan bisa mengembalikan kejayaan bawang putih di kabupaten ini. “Saya bangga dengan petani Lintongnihuta yang semangat menanam bawang putih,” ujarnya.

Pihaknya berharap kemitraan ini bisa menjadi contoh dan bisa di perluas lagi di masa-masa yang akan datang. “Sebelumnya kita ragu, tapi melihat hasil pertanaman bawang putih saat ini, rasa khwatir kita itu terjawab serta hasilnya memuaskan. Terimakasih kepada petani dan juga kepada pihak Kementan dan Pemprovsu yang telah serius mendukung pengembangan bawang putih di Humbahas,” ungkapnya.
“Memang tidak mudah meyakinkan petani untuk mau menanam lagi bawang putih. Namun, sejak ada program kemitraan dengan importir, sekarang pertanian bawang putih mulai menggeliat lagi. Sementara ini sudah ada beberapa hektar yang ditanam bawang putih dan akan kita lakukan terus menerus, sehingga menambah semangat petani dalam menanam bawang putih. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan akan terus berupaya untuk menciptakan kejayaan bawang putih, salah satu caranya dengan budidaya bawang putih kemitraan di beberapa kecamatan yang ada,” jelasnya.

“Kementan punya program unik dan keren. Importir yang biasanya berdagang dan impor, sekarang malah bahu membahu dengan petani melalui kemitraan,” lanjut Dosmar.

Inspektur I, Susanto menyebutkan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017, setiap importir diwajibkan memproduksi bawang putih sebanyak 5 persen dari kuota Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diberikan. Kegiatan wajib tanam bawang putih ini dapat dilakukan secara swakelola maupun dengan kerjasama dengan petani.

Pihaknya berharap melalui momen panen raya bawang putih kemitraan ini dapat menjadi solusi akan kebutuhan benih bawang putih berkualitas dan unggul di Humbang Hasundutan.

“Diharapkan kedepan kerjasama yang baik ini dapat lebih ditingkatkan tidak hanya berhenti di bawang putih saja, akan tetapi merambah ke komoditas lain,” harapnya.

Marganda Silaban dari Kelompok Tani Mandiri dan Simarmata dari Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Hutasoit, menyambut baik upaya dan pembinaan pemerintah selama ini yaitu pemerintah mendorong petani untuk mengembangkan tanaman bawang putih. “Kami sangat bersyukur bisa bermitra dengan importir, sebab bisa kembali menanam bawang putih dengan produksi dan pasar yang terjamin. Program ini bagus, kami minta pemerintah lebih ketat lagi dalam pengawasan benih bermutu supaya petani tidak dirugikan,” bebernya.

Diakhir kegiatan, segelintir penyerahan sertifikat bibit bawang putih melalui Dinas Pertanian Provsu dan Kementan RI. (B/Nababan)

 274 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *