Putusan Mahkamah Agung Segera Dikirim, Korban Ijazah Palsu Minta Segera Pelaku Dieksekusi 

Jakarta, JAPOS.CO – Puluhan keluarga korban ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STT Setia) kembali berunjuk rasa depan kantor Mahkamah Agung,  di Jln Medan Merdeka Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Masa yang membawa alat peraga foto – foto korban ijazah palsu, contoh ijazah palsu serta tulisan dua tuntutan korban ijazah bodong PGSD STT Setia.

Dalam tuntutan korban ijazah bodong PGSD Setia ( Pelanggaran UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional). Adapun dua tuntutan tersebut yang pertama percepat prosea pengiriman kembali keputusan kasasi Mahkamah Agung ke pengaju yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Yang kedua segera penjarakan pelaku kejahatan pendidikan Mathius Mangentang dan Ernawati Simbolon yang telah divonis selama 7 Tahun penjara, denda 1milyar (subsider 3 bulan) sesuai dengan putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor perkara : 3319 k/Pid.Sus/ 2018, tanggal 13 Februari 2019.

Sementara juru bicara korban, Yusuf Abraham Selly dalam orasinya menyerukan kepada Mahkamah Agung demi keadilan dan kebenaran bagi para korban dan demi masa depan korban, “Maka kita meminta Mahkamah Agung untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasasi tersebut,” jelasnya.

“Segera mengembalikan putusan Mahkamah Agung untuk dkirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur sehingga Pengadilan menyampaikan kepada Jaksa untuk mengeksekusi pelaku kajahatan pendidikan tersebut,” ujar Yus.

Setelah lima perwakilan diterima untuk audensi yang diterima oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah menyampaikan akan segera meneruskan tuntutan korban.

“Putusan itu sudah diputus pada bulan Februari kemarin, tadi perwakilan korban menyampaikan permohonan supaya salinan putusan agar segera dan cepat diselsaikan,” ujar Abdullah kepada wartawan.

Menurut Abdullah, hanya proses minutasi yang belum selsai, karena kalau sudah selasai segera dikirim ke Pengadilan pengaju dan Pengadilan memberitahu kepada Jaksa dan terdakwa.

“Sebenarnya tidak ada kendala, karena kalau sudah putusan salinan dikirim maka Jaksa melaksanakan apa saja yang tersurat dalam amar putusan itu yang harus dilaksanakan,” ungkapnya.

Abdullah melanjutkan kalau sudah putus bukan tahanan lagi namun melaksanakan perintah amar putusan, seperti yang tadi sudah perwakilan korban ketahui yakni amar putusan masuk penjara.(d2)

 205 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *