Bupati Sukabumi : Vektor dan Limbah Medis Perlu Penanganan Baik

Sukabumi, JAPOS.CO – Pada prosesnya, pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat atau dikenal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) secara langsung menghasilkan limbah buangan berupa Limbah Medis B3 (Bahan Beracun Berbahaya) bila tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan dampak negatif terhadap manusia ataupun terhadapLingkungan. Selain itu, masih tingginya kasus penyakit yang ditularkan oleh Vektor (nyamuk, lalat, kecoa, tikus) seperti penyakit DBD, Cikungunya, Malaria, Filariasis dan Diare. 

Atas hal tersebut Himpunan ahli kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) menyelenggarakan seminar kesehatan yang mengangkat tema “Peran Strategis Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dan Petugas Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Vektor Dan Pengelolaan Limbah Medis B3  Tahun 2019″ bertempat di Hotel Pangrango, Sabtu (30/3). 

Acara ini direspon positif oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami saat hadir sekaligus membuka seminar tersebut. “Penanganan vektor maupun limbah medis B3 diperlukan penanganan yang baik harus sesuai dengan peraturan yang ada, agar Vektor maupun Limbah Medis B3 tersebut tidak menjadi media penularan penyakit,” ungkap Marwan. 

Bupati menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. 

“Derajat kesehatan dipengaruhi empat faktor yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Artinya, semua harus membangun kesadaran pentingnya pola hidup sehat, menjaga lingkungan yang sehat sekaligus mendapat layanan kesehatan yang baik,” ujarnya. 

Hadir dalam seminar tersebut Ketua Hakli Provinsi Jabar, Kadis Kesehatan Kab. Sukabumi, Para Ketua Organisasi Profesi Kesehatan Se-Kab. Sukabumi dan tamu undangan lainnya. (Suyudi)

 188 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *