Pengadaan Tanah Di DLH Propinsi Jatim Diduga Jadi Ajang Bancakan

Surabaya, JAPOS.CO – Dinas Lingkungan Hidup Propinsi  Jawa timur  pada tahun anggaran 2017 mengalokasikan belanja modal tanah senilai Rp 14.500.000.000,00 dengan realisasi sebesar  Rp 6.058.206.250,00 realisasi belanja modal tersebut dipakai untuk pembelian lahan pengganti  kegiatan tukar – menukar pada kawasan hutan sebagai pembangunan pengelolaan sampah dan Limbah B3 di Wilayah Perum Perhutani KPH Kabupaten Mojokerto,

Menurut Ketua LSM Wadah Aspirasi Rakyat ( WAR), Didik Wahono bahwa kegiatan berada di kawasan hutan Maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Propinsi . Jatim  menyiapkan lahan pengganti di daerah lain tepatnya di Desa Gentong  Kecamatan Taman Kabupaten Bondowoso. Lahan yang dibeli di Desa Gentong  tersebut seluas 363.292M2 yang terbagi dalam 60 bidang tanah dengan nilai perolehan tanah pengganti  adalah sebesar Rp. 6.058.206.250,00 untuk perjalanan dinas sebesar Rp 147.998.950,00dan biaya personal Use (jaket,tas,kaos dan topi ) senilai Rp 29.150.000,00. Sementara nilai tanah yang dihitung oleh tim Apprasial  dari KJJP ditentukan pada kisaran Rp 15.541,00 per M2 sampai dengan Rp 16.300,00

“ Pada Tanggal 12 September 2017 sesuai dengan  SK Gubernur Jatim Nomor 188/504/KPTS/013/2017 ditetapkan Tim pengadaan Tanah Lahan pengganti kegiatan tukar menukar namun sayangnya tim Ini tidak bekerja secara maksimal  sehingga  terkesan tim sama sekali tidak melaksanakan Verifikasi maupun Evaluasi,” jelasnya kepada Japos.co diruang kerjanya, Kamis (28/3).

Didik menambahkan tim dari dinas lalai dalam melakukan evaluasi dan Verifikasi Kegiatan sehingga banyak terjadi  penyimpangan  yang berujung pada kerugian negara bahkan sebagian orang yang menerima ganti rugi lahan adalah bukan orang yang berhak.

“ jadi keabsahan surat bukti kepemilikan masih simpang siur ada dua atau tiga lahan yang diklaim lebih dari satu orang bahwa lahan tersebut miliknya, sudah tentu kedepanya Pemprov  Jatim akan menghadapi masalah hukum yang serius,” tutup Didik. 

Sementara  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi  hingga  berita ini diturunkan tidak memberikan klarifikasi kepada Japos.co. (zein)

 

 405 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *