Perdagangan Satwa Langka Komodo Terbongkar, Polda Jatim Tetapkan 5 Tersangka Jaringan International

Surabaya – JAPOS.CO –  Pelaku penjual hewan – hewan yang dilindungi dan langka diketahui merupakan jaringan International dan penjualan hewan ini pun terjadi hingga ke Luar Negeri.

Polda Jatim  menetapkan 5 tersangka sindikat jaringan International penjualan hewan – hewan langka yang dilindungi Pemerintah yakni M Rizalla Satria,Afandi dan mahasiswa Rizky warga kota Surabaya 2 orang lainya warga NTT dan Ambarawa.

Beberapa hewan yang diselundupkan diantaranya, seperti binturung, kakatua jambul kuning, kakatua maluku, burung nuri bayan, burung perkicing, trenggiling, dan berang-berang.

Dalam keterangan pers Direskrimsus Polda Jatim, KOmbes Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan dari pelaku yang tertangkap diketahui telah menjual 41 ekor komodo ke luar Negeri.

“ Nantinya kita masih menunggu bhasil forensic dari labfor dan patuit diduga kurang lebih dari 41 komodo yang telah keluar,” kata Yusef di Mapolda Jatim, Surabaya (27/3).

Yusep menambahakan harga untuk seekor komodo mencapai Rp.500juta. “ Dijual untuk samapai ke luar negeri bias mencapai 500 juta untuk satu komodo,” imbuhnya

Komodo-komodo tersebut, kata Yusep, diambil dari  Pulau Flores, dan sudah melalui beberapa tangan dalam penjualannya dengan harga yang berbeda. Tangan pertama menjual komodo dengan harga Rp 6 juta – Rp 8 juta dan tangan kedua menjualnya dengan harga Rp 15 juta – Rp 20 juta.

Menurut Yusef, pelaku ditangkap dibeberapa tempat. Ada yang ditangkap dibeberapa daerah Jatim seperti Surabaya hingga Jember dan Semarang Jawa Tengah.

Sementara dalam kasus ini polisi mengatakan ada Sembilan tersangka diantaranya Mohamad, RSL, AN, VS, AW, RR, MR, BPH, DD dan satu tersangka masih DPO.

Untuk brang bukti yang diamanakan ada lima ekor komodo, sepuluh ekor berang –berang, lima ekor kucing hutan atau kucing kuwuk, sekor jelarang, tujuh lutung budeng, enam ekor trenggiling, seekor cukbo ekor merah, seekor bido, seekor kakaktua Maluku hingga kakatua jambul kuning.

Polisi menetapkan pasal berlapis, pelaku dijerat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya Pasal 40 ayat (2), PAsal 21 ayat (2) huruf a,b dan c dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Juned)

 

.

 

 

 316 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *