Daud Pasaribu : Saat Akta Nikah Tidak Bisa Digunakan Sebagai Dokumen Di Catatan Sipil, Diduga Akta Nikah Tersebut Bermasalah

Pekanbaru, JAPOS.CO – Bergulirnya kasus Akta Nikah yang dikeluarkan oleh GBI Minas wilayah Buatan Baru yang digembalai oleh Sdr. RJS yang diduga palsu, tim japos.co mengkonfirmasi kuasa hukum korban, Daud Pasaribu, SH mengenai kelanjutan kasus ini.

 “Apabila surat nikah yang diterbitkan oleh gereja tidak bisa digunakan sebagai dokumen untuk pencatatan perkawinan di catatan sipil, maka patut diduga surat nikah tersebut bermasalah, atau patut diduga terbitnya surat nikah tersebut tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang maupun ketentuan yang berlaku di gereja yang bersangkutan,” terang Daud Pasaribu, SH.

“Aturan gereja tentang syarat-syarat perkawinan harus merujuk kepada aturan yang ada di UU Perkawinan no. 1/1974 tentang Perkawinan, jo PP no. 9/1975 tentang peraturan pelaksanaan UU no. 1/1974 tentang perkawinan. Dalam menerbitkan surat nikah,  gereja tidak boleh melanggar syarat-syarat yang sudah diatur di dalam UU perkawinan tersebut. Kalau ada dugaan bahwa surat nikah yang diterbitkan oleh gereja tersebut melanggar hukum, patut diduga bahwa proses penerbitan surat nikah tersebut tidak memenuhi syarat, standart dan kriteria untuk dapat diterbitkannya surat nikah tersebut, maka pihak yang merasa dirugikan  dapat membuat laporan polisi dengan dugaan pembuatan surat palsu,“ lanjutnya.

“Nah, kalau oknum yang menerbitkan surat nikah tersebut bukan pihak yang berwenang, baik yang melekat pada diri orang tersebut maupun kewenangan yang melekat pada gerejanya dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum tentang perkawinan dan kependudukan, maka pihak yang menerbitkan surat tersebut patut diduga telah menerbitkan surat palsu yang berakibat perkawinan tersebut tidak sah menurut hukum, maka pihak yang dirugikan atas dugaan perbuatan tersebut dapat melaporkan oknum/pihak yang menerbitkan surat nikah yang tidak sesuai dengan prosedur hukum tersebut,“ tegasnya.

“Sebagai pihak yang merasa dirugikan, pihak korban sudah melaporkan kasus ini ke Polda Riau. Dari pihak Polda Riau melimpahkan kasus ini ke Polres Siak dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap korban. Dengan adanya laporan polisi, maka semua proses hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian,“ tutupnya. (AH/Tim)

 1,097 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *