Guru-Guru Di Pekanbaru Akhiri Aksi Damai dan Kembali Mengajar

Pekanbaru, JAPOS.CO – Aksi demo ratusan guru SD dan SMP bersertifikasi di Pekanbaru yang di gelar sejak 20 Maret 2019, akhirnya berakhir pada Senin (25/3) sore.

Walikota Pekanbaru Firdaus yang saat itu menemui para guru yang sedang orasi mengatakan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) RI No 33 Tahun 2018 tentang perubahan atas permendikbud RI No 10 Tahun 2018 tentang petunjuk teknis penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan guru PNS. Pada aturan itu, para guru sertifikasi tidak bisa memperoleh dua tunjangan. Mereka tidak bisa memperoleh tunjangan profesi dan tunjangan penambahan penghasilan (TPP) sekaligus.

“Permendikbud RI ini ternyata sudah berlaku sejak januari 2019 silam, jadi guru sertifikasi tidak bisa menerima dua tunjangan, mereka cuman bisa menerima satu tunjangan,“ kata Firdaus.

“Pemerintah Kota tidak imgin melanggar peraturan yang ada. Apabila sudah menerima dua tunjangan sekaligus harus mengembalikan salah satunya,“ terangnya.

Anjut Firdaus, Pemerintah kota bakal membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru sertifikasi, bila aturan permendikbud RI di revisi atau ada aturan yang membatalkannya.

Firdaus menyarankan bila  bila guru bersikeras, silahkan datang langsung Kemendikbud RI. “Saat ada aturan yang membatalkan regulasi, maka kami akan bayarkan, tapi saat ini belum. Saya ingin guru menyamakan persepsi terkait dengan regulasi ini,“ terangnya.

Firdaus menyebut Pemerintah Kota bakal menyurati Kemendagri, Kemendikbud dan KPK terkait adanya reaksi atas tuntutan guru. “Kita surati karena banyak reaksi dari guru terkait perwako ini,“ ulasnya.

Regulasi ini, katanya, tidak bisa diperdebatkan di tingkat Pemerintah Kota, Ia menyarankan para guru membahasnya di sejumlah kementrian. Walau demikian, Firdaus memberi pilihan kepada guru untuk memilih, tunjangan sertifikasi atau mengambil tunjangan penambah penghasilan yang jumlahnya lebih besar. “Jadi ada pilihan bagi guru yang sertifikasinya kecil, dari Rp 3 juta nanti bisa ambil tunjangan penambah penghasilan namun tidak bisa menerima tunjangan sertifikasi lagi. Intinya guru hanya bisa terima satu tunjangan saja,“ tegasnya.

Firdaus juga memberi toleransi kepada guru-guru yang ikut aksi selama enam hari ini. Ia menegaskan selama enam hari aksi, para guru tidak terhitung absen. “Kali ini aksi guru dimaafkan, kalau turun ke jalan lagi tidak ada toleransi,“ tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan,“Kami sudah membuat surat terkait tuntutan guru revisi perwako No 7 tahun 2019, dan saya juga berpesan tidak anarkis,” ungkapnya.

Aksi demo berakibat siswa SD dan SMP negeri harus pulang karena hampir semua guru ikut melakukan aksi di depan kantor walikota.

Beberapa orang tua siswa sangat menyayangkan aksi demo ini. Pasalnya para guru meninggalkan anak didiknya selama 6 hari, salah satu orang tua siswa AJ (47) mengatakan,“Semoga tidak terjadi lagi hal seperti ini karena yang rugi anak kita,” ungkapnya. (AH)

 233 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *