Sidang Putusan Di PN BLB Hanya Dibacakan Dua Orang Hakim

Kab. Bandung, JAPOS.CO – Sidang pembacaan putusan perkara curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang dilaksanakan pada 19 Maret 2019 lalu berjalan tidak sempurna sebab saat persidangan berlangsung, majelis hanya dihadiri 2 (dua) orang Hakim, padahal sudah jelas diatur dalam Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan Kehakiman, yaitu (1) Pengadilan memeriksa, mengadili dan memutus perkara dengan susunan majelis sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang hakim, kecuali undang-undang menentukan lain. (2) Susunan hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari seorang hakim ketua dan dua orang hakim anggota.

Penjelasan mengapa majelis sekurang-kurangnya harus 3 (tiga) orang hakim, dikatakan bahwa apabila terjadi perbedaan pendapat hukum antara majelis yang  bermusyawarah, maka perbedaan itu diselesaikan dengan voting atau hitung suara terbanyak. Cara ini sangat logis dan oleh karena itu maka jumlah hakim dalam satu majelis harus ganjil, agar bisa diselesaikan.

Pendapat hakim yang kalah suara, meskipun dia sebagai ketua majelis, harus menyesuaikan dengan pendapat mayoritas, dan untuk itu pendapat yang kalah suara tadi harus dicatatkan dalam satu buku khusus yang dikelola oleh ketua Pengadilan.

Dari pantauan jurnalis japos.co saat persidangan berlangsung, 2 (dua) orang hakim Panji Surono, SH MH sebagai ketua dan Tohari Tapsirin, Bc.IP, SH MH sebagi anggota, tetap saja melanjutkan sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Dicky Rahmad, padahal 1 (satu) lagi hakim anggota Astea Bidarsari, SH  MH tidak hadir dalam pembacaan putusan tersebut.

Untuk mengetahui apa dasar hukumnya sehingga 2 (dua) orang hakim ini tetap ngotot melaksanakan persidangan walaupun sebenarnya 1 (satu) orang anggota majelis tidak lengkap, jurnalis japos.co melakukan konfirmasi ke Humas PN BLB Heru Dinarto, SH MH.

Dalam wawancara tersebut Heru mengatakan bahwa seharusnya dalam setiap persidangan majelis harus berjumlah 3 (tiga) orang. Karena menurutnya itu sudah menjadi perintah undang-undang. “Kalaupun seandainya salah satu anggota majelis sedang berhalangan hadir, maka majelis bisa meminta kepada hakim lainnya untuk menggantikan posisi dari hakim yang sedang berhalangan,” paparnya.

Heru menambahkan bahwa kalaupun ada persidangan yang dihadiri 2 (dua)  orang hakim, itu juga bias berjalan/sah. “Kalaupun memang ada persidangan yang hanya dihadiri 2 (dua) orang hakim, itu juga bisa berjalan/sah, asalkan majelis sudah terlebih dahulu bermusyawarah sebelum pembacaan putusan dilaksanakan,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Humas PN BLB mengatakan akan melaporkan informasi ini kepada Ketua PN BLB Hisar Hamonangan Purba, SH MH.

Dilingkungan PN BLB, jurnalis japos.co memperoleh informasi bahwa majelis ini memang sudah beberapa kali terpantau awak media melaksanakan persidangan walaupun anggota majelisnya tidak lengkap.

Untuk menjaga kewibawaan para hakim dan peradilan yang benar-benar memenuhi rasa keadilan bagi semua orang, maka para hakim seharusnya tunduk pada undang-undang yang telah mengatur tentang kekuasan kehakiman dan bukan menjadi penguasa dikehakiman. (Hendri.H)

 458 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *