Akta PT Sultan Rafli Mandiri Ketapang Terindikasi Ilegal

Ketapang, JAPOS.CO – Akta perubahan PT. Sultan Rafli Mandiri yang bergerak di bidang usaha Pertambangan Emas di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat terindikasi ilegal. Pasalnya para komisaris serta beberapa pemegang saham di perusahaan tersebut merasa tidak pernah dilibatkan dalam Rapat Umum Pemegang saham serta merasa tidak pernah memberikan kuasa kepada Li Rongmei untuk melakukan perubahan Akta.

Sultan Rafli Mandiri didirikan melalui Akta Nomor : 24, tanggal 03 Oktober 2012 yang dibuat oleh salah satu Notaris di Jakarta. Pendirian perusahaan tersebut mempunyai maksud dan tujuan untuk meneruskan usaha Pertambangan Emas yang dilakukan oleh perseroan comanditer CV. Sultan Rafli Mandiri. Dalam perjalanannya, banyak terjadi Trouble di internal perusahaan sehinggal muncul Akta Perubahan PT. Sultan Rafli Mandiri Nomor : 04 Tanggal 10 Juli 2017, yang dibuat di salah satu Notaris di Kabupaten Tanggerang. 

Akta perubahan Nomor : 04 terbit atas permohonan LI RONGMEI (Warga Negara Republik Rakyat China) pemegang Pasport Nomor G47742*** yang diterbitkan oleh pemerintah RRC. Saat menghadap Notaris, Li Rongmei menerangkan bahwa dirinya dalam hal tersebut bertindak selaku Kuasa dari para pemegang saham Perseroan Terbatas PT. Sultan Rafli Mandiri. Dalam Akta perubahan, PT. Tanah Raja Indonesia mendominasi saham sebesar 77.000 dengan nilai Rp. 7,7 miliar. Kondisi perusahaan PT. Sultan Rafli Mandiri saat ini sedang blunder, para komisaris dan pemegang saham minta kembali ke akta sebelumnya, apabila terbukti ilegal. Atas perihal tersebut, Ny. Cheng Changren selaku Direktur Utama dan Li Rongmei selaku penerima kuasa belum dapat dikonfirmasi.  (Hardi)

 1,771 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *