Komisi III DPRD Babel Sorot PT AA Dugaan Babat Hutan Lindung

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Komisi III DPRD Provinsi Babel sorot dugaan pembabatan hutan lindung di kawasan Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung oleh PT AA Grup yang akan dilaporkan Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung (Babel), Zaidan ke KPK. 

Terkait dugaan pelanggaran hukum tersebut,  Komisi III berencana akan turun ke lapangan dan melaporkan PT AA ke Dirjen Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jika memang benar membabat hutan lindung.  

Terlebih, dari informasi yang didapat PT AA bergerak di bidang tambang kaolin ini sudah membabat hutan seluas kurang lebih 300 hektar. 

“Jika memang ada dugaan pembabatan hutan, ya harus ditindak tegas. Kita akan laporkan ke Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta,” kata Ketua Komisi III DPRD Babel, Deddi Wijaya, Jumat (15/3). 

Mengenai laporan ke KPK oleh Zaidan katanya, perlu dilakukan untuk memproses kerugian negara yang disebabkan oleh pihak perusahan itu. KPK nantinya bisa menuntut hukuman terhadap korporasi yang telah merugikan negara tersebut. 

“Kami dari Komisi III juga tidak akan tinggal diam. Dengan adanya temuan ini tentu kami akan turun ke lapangan dan melaporkan persoalan ini ke KLHK agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tandasnya. 

Lebih jauh, dikatakan politisi Partai Golkar ini, sangat disayangkan pihak eksekutif atau Pemprov Babel sama sekali belum berkoordinasi dengan Komisi III terkait temuan perusahaan membabat hutan lindung ini. Padahal, seharusnya pemerintah melakukan koordinasi agar dapat melakukan tindakan sesuai fungsi legislatif. Apalagi perusaahan ini bergerak di bidang pertambangan, Komisi III harus cepat tanggap terhadap hal ini. 

“Kami akan minta data-data perizinannya dari Pak Zaidan. Dinas terkait seperti ESDM dan Lingkungan Hidup kami minta untuk mendampingi turun ke lapangan. Kalau berkenan wartawan juga ikut biar transparan sejauh mana dugaan ini,” tutupnya. 

Sebelumnya, Pemprov Babel menugaskan Staf Khusus Gubernur, Zaidan untuk melakukan investigasi mengenai adanya indikasi PT AA menjarah hutan lindung di Belitung. Investigasi ini terkait adanya penolakan tambang kaolin oleh warga setempat. 

Dari hasil investigasi yang dipimpin Zaidan banyak ditemukan dugaan-dugaan pelanggaran, seperti masalah perizinan. Yakni, Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki pihak perusahaan di kawasan Desa Perawas, sedangkan PT AA Grup beroperasi di Desa Air Seruk. 

“Sudah bertahun-tahun, berapa banyak kerugian negara. Apalagi izin yang dikeluarkan BLHD hanya 400 hektar. Diduga, mereka menambang lebih dari itu,” urainya. 

Tidak hanya itu, aktivitas pertambangan PT AA Grup juga menambah ke perkebunan sawit dan tanah warga yang bersertifikat sehingga berdampak terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga sudah melaporkan ke Bupati Belitung hingga Gubernur Babel.

“Mereka (warga setempat) sudah melaporkan ke Gubernur, dan kita sudah diperintahkan untuk turun langsung. Kita investigasi ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” tandas Zaidan. (Oby)

 199 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *