Hambali Dianggap Tahanan Paling Berharga Dan Ingin Dikunjungi Pemerintah Indonesia Agar Dapat Pembelaan

Jakarta, JAPOS.CO –  Hambali alias Encep Nurjaman ditangkap di Thailand oleh otoritas Amerika pada tahun 2003 atas tuduhan Bom Bali 2002 dan JW Marriot Jakarta. 
Sejak penangkapan hingga 2006, pria asal Cianjur mendekam di tahanan rahasia dan baru di tahun 2006 ia dipindahkan ke Kemp Guantanamo, yakni fasilitas detinasi AS di wilayah negara Kuba.
Setelah Kuasa Hukum memastikan akan mendapatakan kepastian hukum dari Pemerintah Amerika Serikat,  Hambali menginginkan untuk
dikunjungi dari Pemerintahan Indonesia guna mendapatkan pembelaan.
Keinginan tersebut disampaikan Mayor James Valentine selaku Kuasa Hukum Hambali yang diutus Pemerintah Amerika Serikat.

” Hambali pernah menyampaikan keninginan itu dan sudah saya sampaikan ke Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar di Amerika Serikat,” jelas James kepada wartawan saat konferensi pers di Law Office Mahendradatta, di Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

Menurut James, Pemerintah Indonesia sepertinya berkeinginan untuk mengunjungi namun berpikir akan ditolak karena merasa di wilayah hukumnya.

” Pemerintah masih belum memanfaatkan kesempatan kunjungan tersebut, semestinya meskipun didalam penjara diberikan hak untuk mengunjungi sebagai hak untuk dibela,” ungkapnya.

Sementara Hambali dianggap sebagai salah satu tahanan paling berharga dan 13 tahanan lainnya yang berada dirumah tahanan sangat rahasia di Teluk Guantanamo.

James menambahkan pemerintah AS dilematis untuk mengadili Hambali. Pasalnya Hambali mengaku keterlibatannya dalam aksi terorisme didapat dengan cara menyiksanya. Pemerintah AS tidak ingin aib penyiksaan itu tersebar luas kala Hambali diadili.

” Pengadilan di Amerika tidak mengakui pengakuan yang diperoleh dari penyiksaan,” pungkas James.@D2

 172 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *