Sidang Gugatan Apartemen Signature Park,  Aneh, Orang Mati Bisa Tanda Tangan

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang gugatan perdata antara ahli waris yang diwakili Patuan Anggi Nainggolan selaku kuasa hukum penggugat melawan Apartemen Signature Park selaku tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (14/3) dengan agenda kesimpulan. Upaya gugatan ini dilakukan ahli waris terhadap Apartemen Signature Park atas pembatalan perdamaian. pasalnya dinilai cacat hukum dan diketemukan kejanggalan yakni berupa tanda tangan ahli waris yang sudah meninggal.

Patuan Anggi Nainggolan selaku kuasa hukum menjelaskan hari ini hanya menyampaikan kesimpulan, “Materi kita ini dalam gugatan membatalkan perdamaian nomor 21 tanggal 18 Januari 2011 karena itu cacat hukum,” jelasnya kepada wartawan seusai sidang. “Kami katakan cacat hukum, alasannya pertama ahli waris yang sudah meninggal ikut menandatangani. Kedua didalam perdamaian itu lazimnya tidak lazim kalau berdamai tentang 4500 M2 harus ada konpensasi uangnya ini tidak sama sekali. ketiga dalam perdamaian itu bahwa pemilik tanah orang lain bukan klien kami. Padahal orang lain itu dimasukan dalam perdamaian seharusnya kalau orang lain membeli pihak lain kenapa berdamai dengan klien saya. kan itu lucu,” ungkap Patuan.

Menurut Patuan, Apartemen atas nama Siganture Park  saat itu membebaskan 4.4 Ha lahan yang akan dibangun Apartemen Signature Park  serta akan mendirikan mall yang akan dibangun. Namun mall ini sudah diblokir setahun yang lalu agar tidak bisa dibangun.”Karena tanah tersebut milik klien kami ahli waris yang jumlahnya 4500,  diatas luas itulah mall mau dibangun namun hingga sekarang mereka tidak bisa membangun karena telah diblokir,” ujarnya.

Lanjutnya, “Kita gugat pembatalan perdamaian. Pasalnya, tergugat berpedoman kepada  perdamaian dengan nomor 21 itu. Bahwa mereka merasa sudah damai. Padahal jelas rekayasa mereka karen ahli waris tidak tahu,” jelasnya. Masih menurut Patuan, “Kami  melakukan gugatan dengan nomor 31 tahun 2017 lalu munculah di mediasi bahwa menyatakan perdamaian apalagi yang mau didamaikan kalau sudah damai pada tahun 2011 perdamaiannya makanya kami terkejut. Dengan ini kami melakukan gugatan pembatalan perdamaian ini,” jelasnya.

“Perkara nomor 31 kami cabut dan fokus kepada pembatalan perdamaian karwna mereka merasa memiliki tanah atas nomor perdamaian itu. Ini yang kami gugat sekarang karena ini cacat hokum,” tambahnya.

Sementara kuasa dari tergugat menjelaskan baru agenda kesimpulan,  kasus tanah yang  ada di wilayah Cawang, Jakarta Timur. Tergugat menerangkan, tanah seluas 4.500 meter persegi yang terdapat di Cawang Jakarta Timur bahwa ahli waris belum diajak bermusyawarah terkait pembebasan lahan. “Pada saat itu kan ada pembebasan tanah itu pada  saat itu dia membebaskan tanah seluas 4.500 meter. Ada salah satu ahli waris 40 lebih sebelum diajak musyawarah penjualan tanah tapi hanya 1 orang yang menuntut. Saya kan pihak tergugat 50,52,55 dan 56,” ujar SP yang enggan menyebutkan diri.

SP menambahkan, kasus tersebut telah berjalan sebanyak empat kali persidangan dan digugat berkali-kali. Menurut dia, dalam keterangannya diuraikan kembali dan katanya terdapat perbedaan letak tanah dan giriknya.”Ini kan ditinggal ketika pembebasan tanah ini jadi dia menuntut giriknya tidak sesuai di tempat lokasi saya beli pembebasan tanah itu. Tapi kasus ini sudah empat (4) kali sidang jadi sudah NO digugat lagi digugat lagi. Kalau nggak salah saya, ini yang keempatnya untuk sementara ini yang kita berjalan sementara saksi-saksi dari dia tidak terletak dari lokasi tanah saya,” ucapnya.

Perlu diketahui, sengketa lahan yang terdapat di Apartemen Signature Park dia tidak mengetahui secara jelas luas tanah tersebut. Sambung SP, kliennya dituntut oleh ahli waris karena diketemukan perbedaan keterangan letak tanah di kantor kelurahan setempat. “Signatur Park itu di Cawang. Itu tanah sengketa bangunannya juga itu ada saya cuman nggak tanah luasnya saya tidak lihat jadi saya cuma ngasih tahu tanah itu. Tanah klien saya (hubungan) jadi dituntut sama ahli waris yang menyatakan itu tanah miliknya dia,” tuturnya. 

“Sedangkan tidak sesuai dengan letter C yang ada di kelurahan. Saya tergugat 50,52,55, 56, maaf lokasinya saya juga nggak jelas lokasinya itu saya nggak tahu lokasinya itu karena saya belum tinjau lokasi nya itu,” imbuh SP. (@D2)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!