Kajari Bangka Tegaskan Akan Kroscek Jembatan Baturusa Dan Panggil Satker Dan Kontraktor

Bangka, JAPOS.CO –  Setelah sempat ramai diberitakan di beberapa media terkait hasil pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Baturusa yang menelan dana hingga 46 milyar namun hasilnya tak jua memenuhi harapan masyarakat. Akhirnya Kajari Bangka, Jeffry Huwea. SH. MH
angkat bicara.

Menurut Jeffry Huwea, pihaknya dalam waktu dekat akan segera  turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan terhadap kondisi jembatan dan PJU nya yang diberitakan di beberapa media bermasalah.“Dalam waktu dekat ini, tim akan turun ke lokasi untuk pengecekan apakah memang kondisinya seperti dalam pemberitaan di berbagai media. Sekalian tim mengajak para wartawan biar lebih jelas permasalahannya,” janji orang nomor satu di jajaran kejari Bangka ini, Rabu (13/03).

Lebih lanjut dikatakannya, jika dirinya hampir setiap hari membaca berita kawan- kawan di media terkait kondisi Jembatan Batu rusa tersebut, tapi sayangnya hingga saat ini pihaknya belum sempat melihat langsung ke lokasi.

“ Makanya nanti kita sama sama kesana. Sebab hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Terkait masa pemeliharaan, ditegaskan Jeffri pemeliharaan itu konsepnya bukan menyelesaikan pekerjaan yang buruk tapi menyelesaikan pekerjaan yang sudah baik.

“ Memang banyak kontraktor yang selalu mengatakan tidak masalah kan masih dalam pemeliharaan nanti bisa diperbaiki. Tidak seperti itu. Pemeliharaan itu konsepnya bukan menyelesaikan pekerjaan yang buruk tapi memperbaiki pekerjaan yang sudah baik. Kalau saya melihat bobot pekerjaan, contohnya kalau proyek jembatan itu harusnya menggunakan besi ukuran 12 tapi yang dipasang ukuran 10 kan gak bisa pakai pemeliharaan. Apa besi bisa dipelihara dari ukuran 10 bisa jadi ukuran 12. Tidak bisa. Itu namanya cacat kontruksi,” ungkapnya.

Lanjut Jeffri, yang namanya pemeliharaan itu umpanya proyek yang sudah dibangun dengan baik lalu terkena bencana alam sehingga rusak maka kontraktor wajib memperbaiki karena masih dalam pemeliharaan. Jadi alasan itu harus rasional.

Lalu terkait keretakan yang terjadi pada talud (dinding penahan) oprit jembatan yang sudah makin besar. Ditegaskan Jeffry kalau memang kerusakan itu terjadi penyebabnya karena kondisi alam tentunya pemeliharaan tapi kalau penyebabnya karena kwalitas beton yang seharusnya di cor tapi tidak di cor maka itu cacat kontruksi dan itu harus dibongkar.

“ Saya akan suruh bongkar lalu kemudian dibenarin lagi kerusakannya. Jangan bilang saya Kajari kalau tidak saya suruh bongkar,” tegasnya.

Lebih lanjut soal penerangan jalan umum (PJU) Jembatan Batu rusa yang banyak mendapat keluhan dari pengguna jalan maupun masyarakat setempat, Jeffry mengatakan jika dirinya menyaksikan langsung PJU Jembatan Batu rusa yang minim.

“ Ya, saya memang telah melihat kondisi penerangan di Jembatan Batu rusa, banyak lampu PJU nya tidak menyala. Ada sedikit yang menyala itu pun kedap kedip. Terkait hal ini kita akan panggil pihak satker maupun kontraktornya, ” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, proyek pembangunan Jembatan Batu rusa sempat mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat lantaran belum genap 100 hari, talud (dinding penahan tanah) oprit nya sudah banyak yang retak – retak meskipun sudah dilakukan perbaikan oleh pihak kontraktor namun masih juga terjadi keretakan di beberapa titik.

Demikian halnya penerangan jalan umum (PJU) yang pengadaannya masih satu paket dengan pembangunan Jembatan Batu rusa juga bermasalah. Hampir 20 unit lampu PJU yang dipasang namun hanya sekitar 2 atau 3 unit yang menyala itu juga masih kedap kedip sehingga kondisi Jembatan Batu rusa menjadi gelap yang akhirnya tuai keluhan pengguna jalan maupun masyarakat setempat. (Oby)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!