Halasan Mangunsong Dan Berlian Siagian Sudah 10 Tahun Menanti Keadilan

Pekanbaru, JAPOS.CO – Keadilan pada saat ini sangat dinantikan Halasan Simangunsong atas kejadian yang sudah menimpanya saat ini.

“ Bermula pada Tahun 1986 kami membeli sebidang tanah dari Hotman Simanjuntak dengan cara mencicilnya. Setelah lunas pada tahun 1992 Hotman Simanjuntak menyuruh anggotanya yang bernama Hutagalung (Alm) untuk membuat SKRG atas nama Halasan Mangunsong dan Berlian Siagian, namun selang beberapa tahun kemudian, kami mendapat informasi bahwa tanah yang sudah kami beli tersebut, ternyata sudah dijual kembali oleh Hotman Simanjuntak kepada orang yang bernama Wodie,” ungkapnya kepada Japos.co.

“ Saya sudah lelah menunggu proses hukum atas tanah saya itu, hamper 10 Tahun saya hanya menanti tanpa tahu kapan hal ini bias diselsaikan,“ kata pria paruh baya ini dengan nada berat sambil meneteskan air mata.

Lanjutnya, dalam perkembangan perkara penyidik di Dir Reskrimum Polda Riau Subdit II telah melakukan  penetapan Sdr.Hotman Simanjuntak sebagai tersangka berdasarkan Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) No. B/242.d/VII/2016/Reskrimum, tertanggal 28 Juli 2016  dan Putusan  Kasasi dari Mahkama Agung sudah turun.

Namun Dir Reskrimum Polda Riau melalui penyidik Subdit II juga telah melakukan pemanggilan kepada Hotman Simanjuntak untuk dimintai keterangan sebagai Tersangka,  akan tetapi Hotman Simanjuntak tidak hadir dalam panggilan I tersebut. ( Informasi dari Kuasa Hukum Berlian Siagian, Jaka Marhaen – Baca Online Japos.Co tanggal 05/03)

“ Sampai saat ini hak kepemilikan saya atas tanah saya tersebut belum ada kejelasannya. Keluarga saya ; Istri dan anak-anak saya, mereka saya tinggalkan di Batam. Selama 10 tahun ini saya harus bolak-balik Batam – Pekanbaru, hutang saya semakin menumpuk sebab saya harus meminjam uang untuk biaya saya di sini (Pekanbaru) baik untuk Tiket juga biaya hidup saya di Pekanbaru, padahal istri dan anak-anak saya di Batam juga memerlukan biaya hidup yang tidak sedikit, istri saya juga sedang sakit,” ujarnya dengan nada sedih.

“ Saya mengetuk pintu hati Bapak KAPOLDA Riau dan Dir Reskrimum Polda Riau, Kasubdit II dan penyidik yang menangani kasus saya ini, tolong bantu saya supaya saya mendapatkan kepastian hukum atas tanah saya ini, “ lirihnya.

Hingga saat ini pria yang sudah berumur  59 tahun ini menumpang tidur di depan warung warga untuk menghemat biaya hidup.( TEAM )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!