Kejari Pangkalpinang Hentikan Penyelidikan Dugaan Tipikor Proyek Jarnet

Pangkalpinang, JAPOS.CO –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang telah resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Proyek Jaringan Internet (Jarnet). Kepastian dihentikan nya penyelidikan Proyek Jarnet tersebut disampaikan oleh Kasi Intel, Leo Jimmy SH MH seizin Kajari,  RM Ari Prio Agung,  Rabu sore (13/3) di kantornya.

” saya lupa tanggal dan bulan nya,yang pasti nya sudah resmi dihentikan penyelidikannya, ” ujarnya.

Leo menjelaskan alasan dihentikannya penyelidikan Proyek Jarnet dikarenakan penyidik tidak menemukan adanya peristiwa tindak pidana dalam pelaksanaan proyek Jarnet.

” Dihentikan karena tidak menemukan adanya peristiwa tindak pidana dalam Proyek Jarnet, ” kata Leo.

Sebelum dilakukan penghentian penyelidikan,sambung Leo, pihaknya sudah turun ke lapangan dan meminta keterangan dari ahli. 

“Kita sudah cek kelapangan, juga cek fisik dan meminta pendapat orang-orang yang berkompeten dalam hal ini pihak Telkom untuk menilai terhadap infrastruktur ini bagaimana dan mereka menilai infrastrukturnya sudah sesuai dengan spesifikasi teknis. Hasilnya kita temukan barang tersebut menyala cuma tidak difungsikan,” tandas Leo.

Untuk diketahui,proyek jaringan internet yang diusut Kejari Pangkalpinang sudah menjadi buah bibir dikalangan para pejabat pemerintahan Kota Pangkalpinang. Proyek tersebut pada tahun 2014 lalu Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui dinas perhubungan, telekomunikasi dan informatika mendapat kucuran dana daba sebesar Rp.4 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Namun dana daba sebesar Rp.4 Miliar ini, yakni Rp. 2,2 miliar digunakan untuk pembangunan proyek jaringan internet dilingkungan SKPD Kota Pangkalpinang, namun sayangnya hingga sekarang ini proyek jaringan internet tersebut tak jelas manfaat dan keberadaannya.(Oby)

 

 220 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *