Adrian Situmeang : Ada Aktor Dibelakang, Ungkap Kebenaran Terkait Pemasuan Akta

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang dengan terdakwa Tomy dalam perkara pemalsuan surat akta otentik kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin(11/3).

Kuasa Hukum Terdakwa, Sinurat Simaremare menghadirkan saksi a de charge ( meringankan) terdakwa, Adrian Situmeang kehadapan Majelis Hakim.

Dalam Kesaksiannya Adrian Situmeang menjelaskan tentang tanda tangan dalam akte yang bukan dilakukan terdakwa Tomy.

 “ Tujuan saya sih supaya kebenaran itu bisa terungkap asal muasal kenapa notaris itu mau menggunakan akte. Padahal tanda tangan itu bukan dia seperti pemalsuan tanda tangan itu harus diungkap sebenarnya,” kata Adrin kepada wartawan.

Adrian juga menjelaskan bahwa tanda tangan terdakwa Tomy di Akta berbeda dengan tanda tangan yang terdapat di kartu tanda penduduk (KTP). Ia menduga ada actor dibelakang kasus tersebut yang melakukan tanda tangan yang diutarakan dia nelalui informasi dari notaris bukan milik terdakwa.

Adrian menyatakan akta kerap ditemukan di Negara ini beredar namun diragukan tentang keasliannya.  “ Negara ini-kan akte bisa di palsu-palsukan. Saya sampaikan juga tadi saudara Tomy tidak menandatangani akta itu di akte dan KTP beda tanda tangannya. Saya tanya ke notaris ini tanda tangan Tomy, saya tanya katanya notaris bukan saudara Tomy jadi ada aktor di belakangnya itu,” imbuhnya.

Namun demikian, Adrian menyarankan untuk mengungkap perkara pemalsuan itu, lebih bagus dicek melalui laboratorium forensik agar diperoleh kebenarannya.

“Bagus itu kalau dilakukan uji forensic di laboratorium untuk mengungkap kebenaran itu harus dilakukan, harus diungkap,” tandas Andrin Situmeang.

Sementara, Kuasa Hukum Sinurat-Simaremare & Partner menjelaskan, kehadiran Saksi  a de charge dinilai berkualitas dari rentetan keterangan yang diberikan sesuai dengan profesi dan tidak meragukan dari segi intelektualnya.

“ Tadi kesaksian cukup baik cukup lancar ini saksi yang dihadirkan saksi yang berkualitas dia punya profesi bagus intelektual bagus,” ujar Sinurat.

Sinurat pun menambahkan bahwa kliennya telah mengatakan perihal pemalsuan tandatangan dan tidak pernah merubah akte. Atas kejujuran tersebut, kata dia setidaknya jadi bahan pertimbangan Majelis Hakim PN Jaktim.

“Kejujuran bagus perlu dipertimbangkan kebenarannya-lah. Yang bersangkutan sudah mengatakan bahwa dia tidak melakukan.  tugas pengadilan-lah. Yang bersangkutan di dalam persidangan sudah menjelaskan bahwa Tomy tidak pernah melakukan perubahan akte,” beber dia.

Terlebih, dia mengharapkan pengadilan dapat mengungkap perkara tersebut yang melibatkan Tomy. Karena  saksi datang ke notaris dan menjelaskan Tomy tidak pernah menghadap terkait tanda tangan pada akta yang bermasalah.

Sebagai informasi bahwa kelima Perusahaan yang diduga dialihkan melalui akta tersebut diantara PT Pertambangan Bumi Indonesia, PT Citra Bumi Minerindo, PT Eka Bumi Indonesia, PT Bumi Sulawesi Persada Mining dan PT Bumi Minerindo Ekatama. Dalam keterangan singkat kronologis perkara, Hon Khong telah melepaskan sahamnya pada 5 Perusahaan tersebut kepada Mr Chen Kai ic, PT Global Universe Enterprise Ltd sebanyak 80 persen saham.

“Itu ada Mister X tugas pengadilan-lah yang menggali permasalahan ini. Menggali persidangan ini. Saksi datang ke tempat notaris bersama terdakwa notaris bilang memang tidak pernah menghadap Tomy,” sebut Sinurat.

Lanjut dia, perkara yang berujung ke meja hijau itu terjadi pada pertengahan tahun 2012 dan dipaparkan notaris dalam hal ini bersikap diam seribu bahasa. Yang lebih menarik, kata Sinurat permasalahan itu akan diketahui jika memasuki alam baka karena notaris diam seribu bahasa atas tanda tangan di akta bermasalah itu.

“ Kenapa bisa terjadi begini notaris diam seribu bahasa, dipertunjukkan apa ini tanda tangan ini tidak diam seribu bahasa yang tahu itu ada di notaris ya yang tahu notarislah. Yang tahu itu ada di notaris dia yang tahu notaris, mungkin kali nanti dibawa ke alam baka kali tahu,” terang kuasa hukum. @d2

 

 

 

 494 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *