Tambang Ilegal Parit Enam Pangkalpinang Masih Terus Beroperasi

Pangkalpinang, JAPOS.CO – Tambang yang berlokasi di kawasan Parit Enam  Kota Pangkalpinang yang diduga ilegal masih saja beroperasi meski sudah pernah ditertibkan oleh Satpol PP Provinsi pada 5 Januari lalu hingga saat ini masih saja tetap beroperasi dan malahan makin menjadi.  

Pantauan sejumlah Jurnalist yang datang ke lokasi, aktivitas tambang tersebut masih berlangsung dan makin menjadi.  Sebanyak 2 unit eksavator (PC)  ukuran besar dan 1 PC kecil beroperasi menambang pasir, Rabu (13/3).  

Bahkan selain menambang pasir,  di lokasi yang sama juga terdapat penambangan pasir timah yang jelas ilegal. Beberapa truk terlihat hilir mudik mengambil pasir dari lokasi . 

Anton, salah seorang yang berada di camp penambangan mengaku kalau lahan tersebut merupakan milik pribadi. 

“Orang cina yang punya lokasi ini. Kalau yang nambang timah itu semua kebanyakan warga dari Parit Enam. Lagian lokasi ini lahan pribadi,” katanya.  

Sebelumnya, terungkap bahwa penambangan dalam melakukan aktivitasnya diwajibkan menyetor fee kepada seseorang bernama Willy.  

Hal ini diungkapkan salah satu pengelola lahan tambang pasir dan timah ilegal ketika dirazia oleh Satpol PP Provinsi beberapa waktu lalu.   

Saat dikonfirmasi, salah satu pengelola lahan tersebut menyebutkan jika dirinya hanya berkerja dilokasi milik pribadi bukan lahan pemerintah. 

“Kami bayar fee kepada Willy per kilo Rp 15.000 dan lahan ini milik pribadi bukan milik pemerintah,” ungkap pengelola ini tanpa mau disebutkan namanya. 

Dia juga mengatakan jika setiap keluar masuk timah dan pasir dilokasi parit enam harus dihitung dan akan disetorkan kepada Willy. 

“Aku hanya pengawas saja, tidak tahu kemana barang tersebut dijual,” katanya. 

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus)  Polda Babel, Kombes Indra Krismayadi melalui Kasubdit IV, AKBP Siswantoro saat dikonfirmasi mengatakan akan mengecek ke lokasi tambang ilegal yang berada di Kota Pangkalpinang.  

“Nanti saya cek dimana lokasinya dan jika benar ada aktivitas tambang ilegal tentu saja akan ditindak,” ujar AKBP Siswantoro melalui sambungan telepon, Rabu (13/3). 

Sementara itu, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil saat dikonfirmasi melalui pasan Whast App terkait dengan aktivitas tambang dikawasan parit enam belum memberikan jawaban. (Oby)

 298 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *