Sahat Martin: Apa Yang Saya Punya dan Berikan Adalah Perjuangan Yang Tulus

Pekanbaru, JAPOS.CO – Sahat Martin Philip Sinurat merupakan pemuda kelahiran Pekanbaru. Pria yang akrab dipanggil “Sahat” atau “Philip” ini sepanjang hidupnya selalu semangat, optimis, dan solutif. Saat ini anak kedua dari empat bersaudara ini sedang berjuang untuk mengabdi kepada rakyat melalui jalur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari dapil Riau dengan nomor urut 43 di Pemilihan Umum 2019 mendatang. 

“Saya selama ini berjuang melalui jalur aktivis. Sebenarnya untuk masuk ke dalam politik, khususnya menjadi calon DPD bukanlah hal yang mudah, khususnya bagi generasi muda. Biaya politik sangat mahal dan sebagian masyarakat sudah terbiasa dengan politik uang. Namun saya yakinkan diri, masih banyak rakyat kita yang memilih dengan hati nurani. Mereka pasti ingin wakil rakyat yang siap mengabdi, bukan yang mau memperkaya diri,” kata Sahat saat diwawancarai di Pekanbaru pada Senin (11/3).

Selama mahasiswa, Sahat aktif diberbagai organisasi dan fokus melakukan pembinaan kepemimpinan bagi mahasiswa serta pengabdian bagi masyarakat. Sahat sudah mengunjungi puluhan kota, provinsi, bahkan juga beberapa negara lain untuk menjadi pembicara, maupun melakukan kegiatan pengabdian.

“Saya pernah diundang oleh lembaga internasional untuk menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional yang diadakan di Mesir. Di sana saya menyampaikan topik tentang pancasila dan kondisi keberagaman di Indonesia. Di kesempatan lain, kami juga pernah diundang bertemu Menteri Agama Republik Rakyat Tiongkok dan disana saya juga menyampaikan tentang prinsip-prinsip Pancasila kepada beliau,” terang Sahat yang merupakan alumni S1 dan S2 dari Institut Teknologi Bandung ini.

Selama bertahun-tahun, Sahat aktif dalam beberapa gerakan dan advokasi, antara lain gerakan anti korupsi, gerakan kedaulatan desa, nelayan dan petani, gerakan literasi dan menolak hoaks serta gerakan melawan intoleransi dan radikalisme. Sahat berupaya merangkul berbagai pihak agar dapat bergerak bersama tanpa memandang perbedaan suku, agama dan golongan.

“Prinsip saya, pengabdian adalah kewajiban bagi generasi muda Indonesia. Generasi milenial harus bersatu membangun bangsa, dan jangan mau dipecah-belah,” kata Sahat yang merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen indonesia (GMKI) ini.

Sahat yang oleh teman dan sahabatnya sering disebut sahabat semua suku dan agama juga aktif berwirausaha. Beberapa usaha dirintisnya bersama teman kuliah dan sepermainannya.

Selain itu Sahat bersama teman-temannya juga membentuk Rumah Milenial, sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkumpul, berjejaring dan berlatih.

“Generasi milenial saat ini butuh wadah yang positif. Membangun bangsa harus dijalani dengan kegembiraan, bukan rasa cemas atau takut. Kita harus optimis dan berjuang, serta bergotong-royong membangun peradaban Indonesia,” katanya.

Ketika ditanyakan alasan kenapa memilih untuk menjadi calon DPD, Sahat menjelaskan bahwa ini adalah panggilan pengabdian karena selama ini sudah terjun memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Selain itu salah satu alasan saya adalah ingin melanjutkan perjuangan Kakek saya, almarhum Matio Panjaitan yang semasa hidupnya mengabdi dan membangun Provinsi Riau. Beliau pernah menjadi wakil rakyat di tahun 60an, serta pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah maupun pusat atas pengabdiannya selama puluhan tahun di Riau,” ujarnya.

Banyaknya dukungan dari masyarakat Riau terkhusus generasi muda, membuat Sahat semakin semangat berjuang sebagai calon DPD RI demi kepentingan masyarakat Riau. Yang muda harus melayani dan berkarya. Hal ini selalu disampaikannya kepada para simpatisan, relawan, serta masyarakat yang mendukungnya.

“Apa yang saya punya dan berikan adalah perjuangan yang tulus dan pengabdian yang sepenuh hati bagi masyarakat Riau dan rakyat Indonesia. Namun saya tidak bisa berjuang sendiri, saya butuh dukungan dari berbagai pihak. Kita harus berjuang bersama demi kebaikan dan kegembiraan bersama berjuang berdasarkan hati nurani kita,” pungkas Sahat. (AH)

 458 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *