Tidak Ada Relevansinya Antara Jawaban dengan Bukti

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang gugatan antara Drs Sapari (Penggugat) dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai Tergugat di Pengadilan Tata Usaha Negara diwarnai protes, Rabu (06/3). Didalam persidangan yang kesembilan yang diketuai majelis hakim M.Arief Pratomo sempat diwarnai protes dari pihak penggugat. Pasalnya bukti yang diserahkan oleh pihak tergugat melalui kuasa hukum tidak konsisten. Sementara majelis hakim menyampaikan agat menyertakan keberatan terasebut dalam kesimpulan. “Sertakan pada kesimpulan nanti begitu juga tergugat,” ujar Arif dalam sidang.

Menanggapi persidangan  Sapari,  menyatakan bahwa saat dilajukan kroscek di dalam persidangan ada bukti yang tidak sesuai dengan jawaban (duplik) dari pihak tergugat.”Tidak ada relevansinya antara jawaban dengan bukti, saat dicek ada yang tidak sesuai, ngga nyambung,” jelasnya kepada Jaya Pos usai persidangan.

Sapari berharap agar semua pihak dapat konsisten dalam menjalankan perkara. “Konsistenlah apa yang disampaikan dalam persidangan,” harapnya. “Ada bukti dari Kepala BPOM yang tidak relevan dengan objek gugatan,” terangnya. Masih menurut Sapari, “Kita minta secara cepat agar tidak berlarut larut dan insya allah minggu depan saksi ahli,” ungkapnya. Ia memastikan bahwa pihaknya akan menghadirkan satu saksi ahli dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Kuasa hukum Sapari, M Rivai SH menambahkan, “Intinya bukti yang diserahkan tidak ada yang relevan dengan pokok perkara, maka kami yakin dengan bukti bukti yang disampaikan kami bisa membuktikan bahwa penerbitan surat itu melanggar perundang undangan,” singkatnya.

Dikesempatan yang sama, perwakilan kuasa hukum Kepala BPOM, Adam Wibowo enggan memberikan tanggaoan terjait kasus tersebut.”Silahkan saja ikuti prosesnya, tadi kan bukti sudah kami serahkan,” ujar Adam.

Namun terkait saksi, Adam mengatakan bahwa saksi nanti, pihaknya akan menyiapkan  sesuai dengan agenda minggu depan yakni saksi ahli. ” Kita ikuti saja, terkait ahli dari mana, nanti saja ya,” tutupnya.(@D2)

 

 

 

 193 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *