Hakim Vonis Bos PT Hadtex 1,5 Tahun Penjara, Penasehat Hukum Mengajukan Banding

Kab. Bandung, JAPOS.CO – Terdakwa pemalsuan akta Hendri Hidjaya alias Koka akhirnya divonis 1,5 Tahun kurungan penjara oleh Hakim.

Saat pembacaan putusan oleh Majelis Hakim yang diketuai Sihar Hamonangan Purba, SH MH disebutkan bahwa terdakwa telah dengan sengaja memalsukan Akta yang isinya seolah – olah mengandung kebenaran, padahal perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian bagi korban Husen Lumanta sekitar Rp. 1.500.000.000.

Saat pembacaan vonis, Hakim juga menyebutkan bahwa semua alat bukti surat yang ada dalam persidangan menunjukkan kalau nama terdakwa ada tertulis dalam transaksi/AJB dan terdakwa sebenarnya mengetahui kalau dirinya telah melakukan perbuatan melanggar hukum, namun terdakwa tetap saja melakukan perbuatannya tersebut sehingga mengakibatkan kerugian terhadap Husen Lumanta.

Sidang perkara pemalsuan Akta ini memang sudah berjalan cukup lama, karena baik korban maupun terdakwa masing – masing menghadirkan begitu banyak saksi – saksi dan juga para Ahli Hukum Pidana dan Perdata dari kedua kubu. Untuk menghindari supaya masa penahanan terdakwa tidak sampai habis, Majelis Hakim akhirnya mempercepat jadwal sidang menjadi dua kali dalam seminggu.

Sesaat setelah Hakim menjatuhkan vonis, H.H dan Penasehat Hukum H. Kuswara S.Taryono, SH MH terlihat beberapa saat berdiskusi dengan serius, dan akhirnya penasehat Hukum terdakwa mengajukan banding atas putusan Hakim.

Jaksa Penuntut Umum pun mengatakan pikir – pikir terhadap banding yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. Hakim memberikan waktu satu minggu kepada penasehat hukum terdakwa dan JPU untuk memberikan jawaban atas putusan Hakim.

Setelah persidangam, jurnalis japos.co melakukan konfirmasi kepada JPU Evi Yanto, SH mengenai vonis Hakim 1,5 tahun terhadap terdakwa, apakah pihak JPU menerima vonis tersebut ? Evi mengatakan saat ditanya Hakim Ia masih pikir – pikir karena terdakwa mengajukan banding. Ia harus berkonsultasi dulu dengan pimpinannya. “Saya harus konsultasi dulu kepada pimpinan, langkah apa yang akan dilakukan terhadap banding terdakwa,” ungkapnya. (Hendri. H)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!